KELANA KOTA

Kebakaran Bedak Belakang PGS Diduga Akibat Korsleting Listrik

Laporan Denza Perdana | Minggu, 18 Juni 2017 | 22:01 WIB
Upaya pemadaman petugas pemadam kebakaran kota Surabaya di bedak belakang PGS. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Penyebab kebakaran bedak di kawasan Pasar Burung Jalan Babat Kelurahan Gundi, Kecamatan Bubutan, diduga karena korsleting listrik di salah satu bangungan warung makan.

Kebakaran juga melahap lima bangunan semi permanen di kawasan Pasar Burung RT4 RW 3 Jalan Babat, Kelurahan Gundih, Bubutan.

Asal mula titik api muncul dari bangunan yang ditempati warga bernama Zaini.
Pria yang sehari-hari bekerja penjual ayam, juga pemilik warung makan di sekitar ini menduga, asal api akibat korsleting listrik.

"Kebakaran terjadi saat saya tinggal ke Masjid untuk salat tarawih, sekitar pukul 19.30 WIB. Sementara istri dan anak saya sedang berada di warung," katanya kepada suarasurabaya.net.

Informasi yang berkembang, tanah yang ditempati bangunan semi permanen ini/ sebenarnya milik PT KAI.

Sehingga, bangunan di lokasi ini pun diduga bangunan liar yang didirikan secara ilegal oleh para penggunanya.

Para penghuni memanfaatkan bangunan itu untuk tempat tinggal sekaligus sebagai tempat kandang unggas yang mereka jual.

Salah satu penghuni, ada yang memanfaatkan bangunan ini sebagai gudang pakaian seragam sekolah.

Abu Amin Ketua RT 4 di Jalan Babat mengatakan, ada sembilan bangunan semi permanen berderet satu atap di lokasi ini. Tapi, hanya empat bangunan yang terdampak kebakaran.

"Tanah ini belum bisa dikatakan milik PT KAI. Sebab, pernah sekali waktu kami bertemu perwakilan PT KAI di DPRD Surabaya untuk audiensi, ternyata PT KAI tidak bisa menunjukkan surat-surat tanah," katanya.

Pantauan suarasurabaya.net, api pokok di lokasi sudah benar-benar padam.

Petugas Dinas Kebakaran juga sudah menghentikan aktivitas pembasahan dan mulai kembali ke markas masing-masing. (den/bid)
Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.