KELANA KOTA

Terduga Teroris Ditangkap di Depan Masjid Selesai Salat

Laporan Bruriy Susanto | Senin, 19 Juni 2017 | 16:58 WIB
suarasurabaya.net - ATM terduga teroris, tinggal di Jalan Tanah Merah Gang II, Kenjeran, Surabaya, Senin (19/6/2017) siang ditangkap tim Densus 88 anti teror Mabes Polri, karena diduga terlibat dalam jaringan kelompok teroris ISIS.

Ada empat anggota dari tim Densus 88 anti teror Mabes Polri yang melakukan penangkapan terhadap terduga teroris ATM. Keempatnya saat itu berpencar, ada yang di depan masjid, dua lagi di dekat warung.

Terduga teroris itu sendiri ditangkap saat baru saja menjalankan ibadah Salat Duhur di Masjid Umar, Jalan Tanah Merah Gang II yang tidak jauh dari rumah kontrakannya.

"Pak Jenggot (ATM--red) itu ditangkap baru keluar dari masjid selesai Salat Duhur tiba-tiba dibawa empat orang kecil (Densus 88)," kata Jumaelah, seorang warga sekaligus saksi mata, kepada suarasurabaya.net, Senin (19/6/2017).

Mengetahui, ada orang tidak dikenal membawa ATM, Jumaelah kemudian teriak dan minta pada Budi, warga sekitar, supaya memberitahukan pada istrinya. "Saya sempat bilang ke Budi, kalau Pak Jenggot itu dibawa orang, kemungkinan polisi. Supaya beritahukan istrinya," ujarnya.

Dari penangkapan tersebut, tidak lama beberapa orang berpakaian hitam dan menggunakan rompi berdatangan di Jalan Tanah Merah Gang II. Mereka mendatangi rumah ATM, dan mencari barang yang diperlukan untuk penyelidikan dan pengembangan.

Perlu diketahui, tim Densus 88 anti teror Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap dua orang terduga teroris. Pertama SM, ditangkap Senin (19/6/2017) pagi sekitar pukul 07.30 WIB di Malang.

Kemudian, tim Densus 88 bergera ke Surabaya melakukan penangkapan terhadap terduga teroris ATM di depan Masjid Umar Jalan Tanah Merah Gang II, Kenjerang Surabaya. (bry/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.