KELANA KOTA

Polisi Temukan Saksi yang Diduga Melihat Penyerang Novel Baswedan

Laporan Farid Kusuma | Senin, 19 Juni 2017 | 18:51 WIB
Jenderal Polisi Tito Karnavian Kapolri (tengah) didampingi Agus Rahardjo Ketua KPK (kanan) dan Febri Diansyah Jubir KPK (kiri), memberi keterangan soal perkembangan penanganan kasus penyerangan kepada Novel Baswedan, Senin (19/6/2017). Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tim Penyidik Polri sampai sekarang masih berupaya mengusut kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut keterangan Jenderal Polisi Tito Karnavian Kapolri, ada kemajuan signifikan dalam upaya mengungkap kasus tersebut, yaitu diketemukannya seorang saksi yang diduga melihat peristiwa penyiraman air keras.

Saksi itu, kata Jenderal Tito, baru mau memberikan keterangan berselang sekitar 3 bulan sesudah kejadian kepada penyidik, karena sebelumnya merasa ketakutan.

Kapolri berharap, saksi itu bisa memberikan keterangan yang mengarah kepada pelaku teror, dan mengungkap tuntas motif penyerangan.

"Ada progres penting dari penyelidikan yang kami lakukan, yaitu adanya saksi yang kami duga melihat kejadian (penyerangan) dan mengenali ciri-ciri pelakunya. Dia sangat penting karena saksi-saksi yang lain hanya melihat orang-orang yang sebelum kejadian," kata Kapolri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Pada kesempatan itu, Kapolri menawarkan kepada KPK untuk membentuk tim yang mendukung Tim Polri dalam proses pengusutan kasus teror kepada Novel Baswedan.

Soal pernyataan Novel yang menyebut ada indikasi keterlibatan perwira tinggi Polri, Jenderal Tito Karnavian berharap Novel bisa memberikan bukti.

Kalau memang ada buktinya, Kapolri menyatakan siap memproses hukum. Dan, Jenderal Tito menjamin hasilnya akan diumumkan kepada publik. (rid/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.