KELANA KOTA

Ini Pengakuan Istri ATM si Terduga Teroris

Laporan Bruriy Susanto | Senin, 19 Juni 2017 | 20:06 WIB
Tim Densus 88 saat melakukan penangkapan terhadap terduga teroris ATM di depan Masjid Umar Jalan Tanah Merah Gang II, Kenjeran, Surabaya, Senin (19/6/2017). Foto: Bruriy suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Peristiwa penangkapan ATM, terduga teroris dari kelompok jaringan Salim Mubarok Attamimi alias Abu Jandal al-Yemeni al-Indonesia, oleh tim Densus 88 anti teror Mabes Polri, membuat keluarganya kaget.

Ini karena ATM sendiri seharian sejak Minggu (18/6/2017) hingga Senin (19/6/2017) pagi itu lebih banyak ada di dalam rumah, karena kondisinya sedang sakit.

"Saya kaget, suami saya itu ditangkap. Apalagi, suami saya itu sedang sakit," kata BA, istri ATM, usai diinterogasi tim Densus 88 anti teror Mabes Polri, Senin (19/6/2017).

Namun, perempuan 37 tahun tersebut mengaku, kalau suaminya siang itu keluar rumah pergi ke masjid untuk menjalankan ibadah Salat Duhur. Tapi, tidak lama tiba-tiba dirinya mendapat kabar dari tetangganya kalau suaminya itu dibawa orang tidak dikenal.

"Memang sedang sakit, dan keluar untuk Salat Duhur itu saja yang saya tahu. Tapi, sekitar hampir jam 12 itu dapat kabar kalau suami saya itu dibawa orang, katanya polisi," ujarnya.

Menurut BA, penangkapan terhadap suaminya itu dirinya tidak mendapat pemberitahuan apapun, sehingga membuat terkejut. "Saya kaget. Langkah apa yang akan saya lakukan tidak tahu. Ini masih dibicarakan dengan keluarga," ujarnya.

Saat disinggung mengenai keterlibatan jaringan teroris, BA membantah keras. Bahwa dirinya yang sudah menikah selama 12 tahun itu tidak pernah melihat suaminya itu pergi keluar negeri.

"Jangankan keluar negeri, paspor aja tidak punya. Mana mungkin bisa pergi keluar negeri," katanya.

"Sekali lagi, suami saya itu tidak pernah keluar negeri di Suriah seperti yang dikabarkan. Dan tidak pernah ikut terlibat dalam jaringan teroris," bantahnya.

Namun, dalam penggeledahan yang dilakukan tim Densus 88 anti teror Mabes Polri, BA mengaku kalau banyak handphone yang dibawa, termasuk buku yang sering dibaca oleh dirinya dan suaminya.

"Yang dibawa itu handphone rusak, buku bacaan itu semacam organisasi Islam," ujarnya.

Ibu empat anak tersebut menilai, buku bacaan yang dibawa itu tidak ada hubungannya. Karena, untuk mencari dan menambah ilmu pengetahuan.

"Belum tentu itu dipraktikkan. Kita sebagai umat muslim itu harus tahu pergerakan Islam itu seperti apa dan bagaimana," ujarnya.

Perlu diketahui, tim Densus 88 anti teror Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap dua orang terduga teroris. Pertama SM, ditangkap Senin (19/6/2017) pagi sekitar pukul 07.30 WIB di Malang.

Kemudian, tim Densus 88 bergerak ke Surabaya melakukan penangkapan terhadap terduga teroris ATM di depan Masjid Umar Jalan Tanah Merah Gang II, Kenjeran, Surabaya. (bry/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.