KELANA KOTA

Bulog Targetkan 90 Persen Rastra di Jatim Tersalurkan hingga Akhir Juni

Laporan Denza Perdana | Senin, 19 Juni 2017 | 20:14 WIB
Usep Karyana Kepala Perum Bulog Divre Jatim saat menggelar konferensi pers di rumah makan di Jalan Bandara Juanda, Senin (19/6/2017). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Jatim menggenjot penyaluran beras sejahtera (rastra) kepada 2,7 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di Jatim.

Usep Karyana Kepala Perum Bulog Divre Jatim mengklaim, hingga Juni 2017, Bulog sudah menyalurkan 83 persen rastra dari pagu selama enam bulan untuk Jawa Timur yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Ya, di bulan Juni ini kami kejar, maunya 100 persen. Tapi ya, mudah-mudahan 90 persen lebih lah. Karena kita sedang melakukan percepatan penyaluran rastra ini," katanya.

Hingga Senin (19/6/2017), Bulog mengklaim telah menyalurkan 204.873 ton dari pagu enam bulan untuk Jatim, yang ditetapkan pemerintah, yakni sebanyak 246.836 ton.

Padahal, kata Usep, penyaluran rastra ini baru dimulai April 2017 lalu karena adanya keterlambatan penentuan pagu rastra oleh pemerintah pusat.

Usep berharap, dengan adanya percepatan rastra ini, KPM tidak perlu berbondong-bondong ke pasar sehingga hukum suplai dan persediaan (supply and demand) seimbang.

"Tentu ini berdampak bagus untuk stabilisasi harga. Dan buktinya, harga bahan pokok di Jawa Timur stabil, sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) dari Kemendag)," katanya.

Beras misalnya, HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.500 per kilogram. Harga beras di pasaran saat ini variatif, termasuk beras medium bulog yang dijual dengan harga Rp8.500 per kilogram.

"Begitu juga gula, sekarang di sekitar harga Rp12 ribu per kilogram. Bawang putih juga kita gelontor terus, sudah beberapa kali. Pekan ini datang lagi," ujarnya.(den/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.