KELANA KOTA

Mudik Lebaran, Polisi Turunkan 12 Ribu Personel

Laporan Bruriy Susanto | Senin, 19 Juni 2017 | 22:03 WIB
Ilustrasi
suarasurabaya.net - Sebanyak 12.275 personel siap mengamankan arus mudik lebaran tahun 2017, untuk operasi dengan kata sandi "Ramadniya Semeru 2017". Operasi tersebut akan digelar selama 16 hari, mulai dari tanggal 19 Juni hingga 4 Juli 2017.

Dengan mengedepankan kegiatan satuan tugas keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran berlalu lintas, penyelidikan, penyidikan, pembinaan jalan.

"Dengan seperti itu, bisa memuwujudkan situasi kamtibmas dan menjadikan kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyamn," kata Irjen. Pol Machfud Arifin Kapolda Jawa Timur, usai apel gelar pasukan mudik lebaran, Senin (19/6/2017).

Operasi Ramadniya Semeru 2017, kata mantan Kadiv TI Mabes Polri, terdiri dari Polda Jawa Timur yang dilibatkan 985 personel. Kemudian sepertiga personel dari jajaran Polres di Jawa Timur, dan dibantu dari instansi lainnya. Seperti TNI, Dinas Perhubungan Jawa Timur, Linmas, Satpol PP, dinas kesehatan, PMK totalnya sebanyak 11.290 personel.

"Nantinya, ribuan personel itu sendiri akan disebar di semua daerah, untuk mengamankan mudik lebaran," ujarnya.

Sasaran yang menjadi target operasinya adalah semua kendaraan, senjata tajam, narkoba, tempat ibadah, wisata, rumah, pelabuhan, dan bandara.

"Termasuk tempat pusat keramaian di tengah kota juga akan mendapatkan penjagaan, untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat," kata Jenderal bintang dua tersebut.

Menurut dia, dalam mudik lebaran ini, dipastikan banyak rumah yang ditinggalkan oleh pemiliknya. Terutama di komplek perumahan, lebih banyak ditinggalkan untuk melakukan mudik ke kampung halaman.

"Saran saya, untuk perumpahan lebih diperketat dengan dilakukan penjagaan lebih ekstra, seperti patroli. Sedangkan untuk di perkampungan ataupun di pada pemukiman rumah warga, lebih baik dilakukan dengan mendirikan pos ronda dan intensifkan patroli juga," ujarnya.

"Apabila ada orang yang mencurigakan, lebih baik hubungi polisi. Karena itu semua untuk kenyaman masyarakat untuk melakukan mudik ke kampung halamannya," katanya.(bry/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.