KELANA KOTA

Bersama Emha Ainun Nadjib, akan Digelar Halalbihalal Arek Suroboyo

Laporan Fatkhurohman Taufik | Jumat, 14 Juli 2017 | 19:32 WIB
suarasurabaya.net - Yayasan Kalimasadha Nusantara akan menggelar "Halalbihalal Arek Suroboyo"sebagai refleksi sekaligus momentum kembali ke persatuan dalam acara yang digelar pada Rabu, 19 Juli 2017 mendatang.

Acara ini akan digelar di depan Kantor SWH Center di Jl Imam Bonjol 78 Surabaya, dengan mengundang Emha Ainun Nadjib, BangBang Wetan dan Kiai Kanjeng.

"Semua tokoh lintas idiologi, lintas agama serta masyarakat luas kami undang untuk ikut berhalalbihalal bersama sambil mendengarkan petuah dari Emha Ainun Nadjib," kata Yusuf Husni, Ketua Yayasan Kalimasadha Nusantara (YKN) Jawa Timur, Jumat (14/7/2017).

Menurut dia, dengan acara ini, maka jalinan silaturahmi diharapkan bisa terjalin kembali. Baik untuk tamu undangan maupun masyarakat umum yang hadir. Khususnya, bagi warga Jawa Timur yang akan menghadapi agenda politik, Pemilhan Gubernur (Pilgub).

"Bertepatan dengan momentum Idul Fitri 1438 Hijriah, bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh Jawa Timur yang formal maupun informal. Ini untuk mengikat silaturahmi, agar kehidupan berbangsa dan bernegara semakin harmonis tidak terganggu oleh perbedaan sebagai rahmat Allah SWT," ujar pria yang akrab dipanggil Cak Ucup tersebut.

Bagi YKN, kata Cak Ucup, kebhinekaan adalah warisan dari pendiri bangsa yang tetap harus dirawat dan dirajut sebagai pondasi kekuatan Bangsa Indonesia.

Karena itu, kegaduhan akibat dinamika ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya yang terjadi akhir-akhir ini diharapkan tidak merembet ke Surabaya atau pun Jawa Timur.

"Semua elemen bangsa harus saling menghalalkan kesalahan-kesalahan yang terjadi sebelumnya dengan kedepankan kepentingan NKRI," kata dia. (fik/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.