KELANA KOTA

Tolak Hak Angket, Arek Suroboyo Gelar Aksi Sejuta Tanda Tangan

Laporan Bruriy Susanto | Senin, 17 Juli 2017 | 16:19 WIB
Satu di antara peserta aksi simpatik Sejuta Tanda Tangan menolak hak angket DPR RI di depan Taman Bungkul, Jalan Darmo Surabaya, Senin (17/7/2017). Foto: Bruriy suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sekumpulan warga Kota Surabaya menggelar aksi simpatik di depan Taman Bungkul, Jalan Darmo Surabaya, Senin (17/7/2017).

Aksi yang dilakukan dengan melakukan tanda tangan di atas kain warna putih selebar 1 meter dan sepanjang 25 meter ini untuk menolak hak angket DPR RI terhadap KPK.

Massa yang datang dari berbagai latar belakang seperti kuasa hukum, pecinta seni budaya, LSM dan warga sipil yang mengatasnamakan Arek Suroboyo ini menilai pembentukan Panitia Khusus hak angket DPR sebagai upaya pelemahan KPK yang bekerja untuk memberantas korupsi.

"Jelas, pembentukan Pansus hak angket DPD terhadap KPK ini sama halnya DPR itu melakukan pelemahan kinerja KPK. Ini bukti bentukan Pansus itu untuk pembelaan temannya sendiri yang diduga disebutkan dan terlibat korupsi e-KTP," kata Sholeh seorang kuasa hukum yang ikut dalam aksi, Senin (17/7/2017).

Aksi ini akan terus dilanjutkan hingga mencapai 1 juta tanda tangan untuk menolak hak angket DPR dan memberikan dukungan terhadap KPK untuk melakukan pemeberantasam korupsi.

Tanda tangan yang terkumpul akan diberikan kepada Ketua DPR sebagai bentuk penolakan Pansus Hak Angket DPR. Namun, apabila nantinya tidak bisa diterima dan bertemu, maka yang dilakukan adalah dengan memberikan dukungan kepada KPK.

"Dengan tanda tangan ini, kami Arek Suroboyo mendukung penuh yang dilakukan KPK memberantas korupsi," ujarnya. (bry/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Doa untuk Orang yang Buang...
Agus Bakrie Sudharnoko