KELANA KOTA

DLH: Pencemaran Sungai Masih Dominan dari Rumah Tangga dan Apartemen

Laporan Denza Perdana | Senin, 17 Juli 2017 | 18:24 WIB
Ilustrasi. Foto: Abidin/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Musdiq Ali Suhudi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menyatakan, sumber pencemar sungai di Surabaya masih didominasi limbah rumah tangga dan apartemen, yang mencapai 76 persen.

Selanjutnya, limbah industri turut menyumbang pencemaran sungai sebesar 17 persen, sedangkan lima persen sisanya dari sumber lainnya.

"Limbah domestik menjadi penyumbang pencemaran tertinggi," ujar Musdiq di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Senin (17/7/2017).

Musdiq mengklaim, berbagai upaya telah dilakukan oleh DLH Surabaya untuk menjaga kualitas air sungai di Surabaya. Diantaranya, mengawasi secara ketat pada sumber-sumber pencemaran sungai.

Selain menginventarisir sumber pencemar, DLH juga melakukan pengamatan rutin terhadap 200 obyek bangunan seperti mal, industri, rumah sakit, dan perkantoran.

Terutama mengenai administrasi perizinan dan pengolahan limbah, yang harus disesuaikan dengan prosedur yang ditetapkan DLH. Penerbitan izin usaha, kata Musdiq, juga menekankan pada izin pembuangan air limbah.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga telah melakukan operasi yustisi terhadap warga nakal yang masih terbiasa membuang sampahnya ke sungai. Ini dilakukan bersama Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH).

Petugas DKRTH, kata Musdiq, akan terus mobile, terjun ke lapangan untuk melakukan pengawasan dan penindakan secara langsung.

"Kami juga sosialisasikan pengolahan limbah yang baik, dengan mengundang akademisi ataupun pelaku usaha yang telah berhasil me-recycle limbah," ujar Musdiq.

Pemkot Surabaya juga mengklaim, telah melakukan penertiban bangunan di bantaran sungai, juga mengubah orientasi bangunan yang awalnya membelakangi, menjadi menghadap ke sungai.

Kawasan pinggiran sungai di Surabaya, juga telah dijadikan taman. Tujuannya, agar tidak hanya kualitas air sungai yang terjaga, tapi kawasan sekitar sungai menjadi lebih tertata.

"Kalau sungainya bagus, orang akan merasa berat untuk membuang sampahnya ke sungai. Jadi bukan hanya kualitas air yang kami kendalikan tetapi juga revitalisasi sungai," kata Musdiq.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Doa untuk Orang yang Buang...
Agus Bakrie Sudharnoko
X
BACA LAINNYA