KELANA KOTA

Dirut PDAM: Beban Pengolahan Air Minum Meningkat Karena Perilaku Masyarakat

Laporan Denza Perdana | Senin, 17 Juli 2017 | 18:35 WIB
Ilustrasi. Aktifitas memancing di Kali Surabaya. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Mujiaman Direktur Utama (Dirut) PDAM Surya Sembada mengatakan, biaya operasional pengolahan bahan baku air minum yang dilakukan oleh PDAM cenderung meningkat.

Sebabnya, masih terjadi pencemaran di Kali Mas yang merupakan sumber utama bahan baku air minum di Surabaya.

"Kami belum berhasil mengubah perilaku masyarakat di hulu sungai untuk tidak membuang sampah sembarangan," kata Mujiaman di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Senin (17/7/2017).

Meski demikian, Mujiaman mengatakan, masyarakat Surabaya tidak perlu khawatir terhadap kualitas air yang diproduksi oleh PDAM Surya Sembada.

Hal ini dia sampaikan berkaitan dengan pemberitaan di media massa belakangan ini, mengenai terjadinya pencemaran di sungai Kali Mas dengan ditemukannya limbah diapers oleh salah satu organisasi peduli sungai.

"Sebelum kami produksi menjadi air minum, bahan baku air ini sudah melalui proses pengolahan. Jadi kualitas air kami masih memenuhi mutu air minum yang disyaratkan pemerintah," katanya.

PDAM yang mengelola air dari PT Jasa Tirta mengklaim, kalaupun ada pencemaran maupun racun tertentu, perusahaan itu akan melakukan pengaturan agar tetap tercapai kualitas air yang layak konsumsi.

"Kami yakinkan agar masyarakat tetap tenang, karena kami masih bisa mengendalikan kualitas air," ujar dia.(den/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Doa untuk Orang yang Buang...
Agus Bakrie Sudharnoko
X
BACA LAINNYA