KELANA KOTA

Kasus Limbah B3 Romokalisari Ditangani Polda Jatim, 12 Orang Diperiksa

Laporan Bruriy Susanto | Senin, 17 Juli 2017 | 19:05 WIB
Ilustrasi. Pengambilan sampel limbah B3 di Romokalisari oleh Dinas Lingkungan Hidup. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Kasus pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di dekat Rusunawa Romokalisasi, Surabaya, terus didalami polisi.

Sebelumnya kasus ini ditangani Polrestabes Surabaya, kini sudah dilimpahkan ke Polda Jawa Timur. Ini karena selain kasus tersebut menjadi sorotan publik, juga dampak dari pembuangan limbah B3 tersebut menyebabkan banyak orang menjadi korban. Terutama warga yang tinggal di sekitar dekat pembuangan limbah.

Dari kasus tersebut, Polda Jawa Timur dari unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit. Reskrimsus) yang menerima pelimpahan penanganan hingga sekarang sudah melakukan pemeriksaan sejumlah orang untuk dimintai keterangan.

"Sampai sekarang sudah ada 12 orang yang dimintai keterangan sebagai saksi," kata Kombes. Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jawa Timur, Senin (17/7/2017).

Saksi yang diperiksa yakni Depo Peti Kemas PT IJS (Indra Jaya Swastika) yang berada di Jalan Kalianak. Ini karena diduga masih ada empat kontainer sudah terkontaminasi atau terdeteksi limbah yang menyebabkan ada warga dirawat karena terdampak dari limbah B3.

Menurut Barung, kasus pembuangan limbah B3 di kawasan Romokalisari ada yang perlu lebih didalami mengenai sopir secara tiba-tiba membuang limbah B3.

"Tidak serta merta sopir itu langsung membuang limbah B3, apabila tidak ada memerintah. Oleh karena itu, kasus ini diambil alih Polda Jawa Timur agar lebih fokus dan intens. Apalagi, Polda Jatim punya penyidik khusus yang menangani soal limbah," ujar dia.

Kasus pembuangan limbah B3 berawal setelah diketahui banyak warga yang tinggal di Rusunawa Romokalisari menjadi korban, dan harus dirawat di rumah sakit pada Kamis (13/7/2017) malam.

Polisi, dan Pemerintah Kota Surabaya langsung melakukan evakuasi warga yang tinggal di Rusunawa. Dari kasus limbah tersebut, polisi dari Polrestabes Surabaya langsung bergerak turun di lokasi melakukan olah TKP.

Setelah itu, baru menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah M Faizi (41), warga Bungah, Gresik; Hadi Sunaryono (49), warga Kebomas, Gresik; dan Soni Eko Cahyono (38), warga Krembangan. Untuk Kris Dwi Setiawan (42), sopir kontainer yang tinggal di Tenggumung Wetan, sebagai saksi. (bry/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA