KELANA KOTA
Dibalik Hilangnya Mobil Mobilio

Driver Taksi Online Dibegal, Disekap, Lalu Dibuang di Bangkalan

Laporan Zumrotul Abidin | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 08:22 WIB
Ilustrasi.
suarasurabaya.net - Pengemudi taksi online yang mobilnya dibegal di Jl Kalimas Barat Surabaya ternyata sempat disekap dan dibawa ke Bangkalan oleh para pelaku. Sempat disekap sampai pagi di sebuah gudang, korban lalu dibuang di pinggir jalan.

AKP Ardian Satrio Utomo Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengatakan, kronologis kejadian aksi begal yang menimpa Mustakim seorang sopir Uber.

Kejadian ini bermula pada Minggu (6/8/2017), sekitar pukul 17.00 WIB saat mangkal di Mall Ramayana Sidoarjo, Mustakim mendapat order penumpang dengan tujuan Jl Kalimas Barat. Mustakim mengangkut 4 penumpang dalam orderan itu. Begitu sampai di Jl Kalimas Barat sekitar pukul 19.00 WIB, korban dihampiri oleh salah satu pelaku yang menggunakan sepeda motor dan langsung mengancam korban menggunakan parang.

"Korban kaget saat empat penumpang yang dia bawa juga mengeluarkan senjata masing-masing. Penumpang yang ternyata komplotan begal ini mengeluarkan celurit dan pistol. Salah satu dari mereka memukul korban dan kemudian mengikat tangan korban," ujarnya

Korban berusaha berontak dan ada beberapa masyarakat sekitar berdatangan hendak menolong, tetapi salah satu pelaku mengancam warga dengan menggunakan celurit sehingga warga ketakutan dan tidak jadi menolong.

"Saat di dalam mobil posisi korban dalam keadaan tangan terikat, mata dan mulut korban ditutup menggunakan lakban. Dompet dan ponsel korban dirampas pelaku. Para pelaku membawa mobil ke arah Madura dan juga menyekap korban," ujarnya.

Sesampai di Bangkalan Madura, korban dibawa ke sebuah gudang dengan tangan kaki terikat dan mata tertutup, sampai pada hari Senin (7/8/2017) sekitar pukul 03.00 WIB, korban dibawa keluar dari ruangan dan dinaikkan sepeda motor dan dibuang di pos daerah Burneh Bangkalan dalam kondisi mata tertutup, tangan dan kaki terikat.

"Korban ditolong oleh kernet bus Pahala Kencana. Selanjutnya korban mendatangi Polsek Burneh untuk membuat laporan, namun korban disarankan oleh Polsek Burneh agar melaporkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak," katanya.

Ardian mengatakan, korban sempat dianiaya saat disekap. Korban ditanyai oleh para pelaku dimana letak GPS mobil. Setelah itu baru dibuang di pinggir jalan Burneh Bangkalan.

Sekadar diketahui, Henli warga Babatan Pratama melaporkan kehilangan mobil Honda Mobilio warna hitam dengan nopol L 1875 GQ, di Radio Suara Surabaya , Senin (7/8/2017). Mobil tersebut milik anaknya yang kebetulan disewakan ke driver taksi online.

Henli mengatakan, menurut keterangan sopir taksi online, mobil tersebut dibegal orang dan dibawa kabur di daerah Perak. (bid/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.