KELANA KOTA

Pengamat: Nasionalisme Tergerus Gaya Hidup

Laporan Zumrotul Abidin | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 10:36 WIB
Ilustrasi.
suarasurabaya.net - Mohammad Khodafi Dosen Antropologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya menilai, pemahaman orang tentang nasionalisme mulai memudar karena gaya hidup. Ruang untuk memahami nasionalisme berkurang.

"Pengibaran bendera merupakan salah satu bentuk abstrak nilai nasionalime. Warga negara harusnya memiliki nasionalisme yang sama, termasuk rasa pengibaran Bendera Merah Putih," kata Khodafi dalam program wawasan Radio Suara Surabaya, Sabtu (12/8/2017).

Khodafi mengatakan, banyak aspek yang menyebabkan turunnya rasa nasionalisme, seperti orang mulai malas memahami spirit nasionalisme. Kesadaran anak muda sudah malas belajar sejarah. Mereka menganggap sejarah itu tidak penting. Selain itu, rasa kebersamaan mulai berkurang, mulai dari antar tokoh politik maupun tokoh masyarakat.

"Seperti kita mulai kehilangan teladan dari para tokoh yang mengerti makna persatuan," katanya.

Adapun tantangan membangun rasa nasionalisme, kata Khodafi harus bisa membedakan antara kepentingan pribadi dan golongan. Cara membangun rasa nasionalisme bisa dengan membangun lagi sistem regulasi dalam sektor pendidikan. Selain itu, harus melibatkan seluruh komponen masyarakat sejak pendidikan pra sekolah.

"Mulai dari anak-anak harus terbangun agar semua orang mencintai negaranya. Supaya mereka punya rasa nasionalisme yang utuh. Masyarakat harus sadar kalau NKRI ini sangat penting untuk generasi penerus," katanya. (bid/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.