KELANA KOTA

Jaringan Gas di Sidoarjo dan Mojokerto Akan Diperluas

Laporan Bruriy Susanto | Minggu, 13 Agustus 2017 | 17:50 WIB
Ignatius Jonan Menteri ESDM di sela kunjungannya ke jaringan gas milik warga di Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (13/8/2017). Foto: Bruriy suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memperluas jaringan gas bumi seperti di Mojokerto dan Sidoarjo.

Di Mojokerto ada sekitar 5 ribu proyek pengerjaan jaringan gas yang masuk ke rumah tangga. Sedangkan di Sidoarjo sendiri targetnya sebanyak 12 ribu jaringan gas yang masuk ke rumah warga.

"Sidoarjo baru sekitar 9 ribu sekian jaringan gas yang sudah tersalurkan dan masuk ke rumah warga," kata Ignatius Jonan Menteri ESDM di sela kunjungannya ke jaringan gas milik warga di Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (13/8/2017).

Mantan menteri perhubungan tersebut mengungkapkan, tinjauan utama di Sidoarjo yakni di Pondok Pesantren Mamba`ul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo karena pondok pesantren ini yang pertama kali menggunakan jaringan gas.

Saluran jaringan gasnya berjalan dengan baik dan lancar. Bahkan, yang menggunakan juga berkomentar sangat puas menggunakan jaringan gas.

"Pertama harganya lebih murah dibanding dengan LPG berukuran 3 kilo. Kemudian, yang lebih penting itu adalah tidak perlu membawa tabung elpiji lagi, dan takut habis saat malam hari," ujarnya.

Pemasangan jaringan gas di Sidoarjo sendiri, kata Jonan, targetnya adalah mengusulkan dilakukan penambahan jaringan gas dan di daerah mana saja yang memerlukan jaringan gas.

Apalagi dalam catatan ini, sumurnya di Sidoarjo sudah ada. "Sumurnya kan ada Lapindo Brantas. Maka saya sarankan untuk mencoba mendistribusikan ke rumah-rumah yang sederhana dahulu," ujarnya. (bry/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.