KELANA KOTA

Respon Warga yang Mulai Gunakan Jaringan Gas

Laporan Bruriy Susanto | Minggu, 13 Agustus 2017 | 19:11 WIB
Ignasius Jonan saat melihat langsung jaringan gas yang sudah terpasang di rumah warga di kawasan Sidoarjo. Foto: Bruriy suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Jaringan gas yang sudah mulai masuk ke rumah warga mendapat respon baik lantaran dinilai lebih efisien dan pengunaannya lebih irit.

Seperti yang diungkapkan Masrukah warga Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Sejak menggunakan jaringan gas, dia mengaku lebih irit karena sebelumnya menggunakan tabung elpiji 3 kg dengan harga Rp17 ribu dipakai dalam waktu seminggu. Jika selama satu bulan harus menggunakan 4 tabung elpiji 3 kg maka uang yang dikeluarkan sekitar Rp68 ribu.

"Tapi sejak menggunakan jaringan gas sebulan hanya mengeluarkan uang sekitar Rp45 ribu," kata Masrukah saat ditemui Ignatius Jonan Menteri ESDM, Minggu (13/8/2017).

Hal senada juga diucapkan Anik Zahrotin, salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Manba`ul Hikam yang menggunakan jaringan gas sejak sebelum lebaran ini. Menurutnya jaringan gas ini lebih efektif dan efisien karena tidak takut sampai kehabisan gas.

"Dulu kalau pakai elpiji, saat memasak waktu malam pernah habis susah nyarinya. Sekarang tidak perlu lagi, karena menggunakan jaringan gas bisa dimanfaatkan selama 24 jam. Jadi tidak perlu takut saat memasak untuk makan sahur," ujarnya.

Saat disinggung mengenai tempat tinggalnya yang berdekatan dengan lokasi pengeboran pipa gas milik Lapindo, ada ketakutan atau tidak, perempuan yang akrab dipanggil Anik ini mengaku merasa takut. Apalagi, selama ini dirinya sering mencium bau menyengat gas methan.

Namun, dia tidak memungkiri kalau sudah mendapatkan manfaatnya dari hasil minyak gas yang ada di sekitarnya. "Kalau takut ya takut. Tapi, Alhamdulillah sekarang ini saya memanfaatkan jaringan gas," ujarnya. (bry/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA