KELANA KOTA

Kompetisi 90KCode 2017 Lomba Startup Digital

Laporan J. Totok Sumarno | Sabtu, 09 September 2017 | 18:01 WIB
Peserta dalam Kompetisi 90KCode 2017 Lomba Startup Digital yang digelar Universitas Ciputra. Foto: Humas Universitas Ciputra
suarasurabaya.net - Kompetisi Informatika dan Sistem Informasi, 90KCode 2017, digagas Program Information dan Multimedia Technology dan Management Information System Universitas Ciputra (UC) berakhir Sabtu (9/9/2017).

Peserta selama 90.000 detik penuh melakukan coding dalam rangka untuk menghasilkan produk aplikasi layanan, website yang mempunyai nilai bisnis. Event ini digagas untuk memberikan wadah dan mengairahkan startup digital karya anak bangsa.

Kompetisi diikuti 75 peserta dalam 18 tim ini mengusung beberapa tema, diantaranya: Document Security Service, Communication Support Service, Markerplace Support Service, Fintech Support Service.

Peserta dibagi menjadi dua kategori yaitu umum dan mahasiswa dengan pendampingan dari mentor-mentor dari pelaku bisnis digital secara langsung.

Selama 90.000 detik atau 25 jam peserta mendapatkan sesi mentoring bisnis dan teknikal agar inovasi berupa aplikasi, website, dan layanan dapat memberikan solusi dari persoalan atau masalah yang ada.

Saiful satu diantara peserta asal Probolinggo mengaku senang mengikuti kompetisi kali ini. "Kompetisi sangat menarik. Dan menjadi bagian dari komunitas startup digital sangat menyenangkan," ujar Saiful.

Bersama dengan timnya, Saiful membuat aplikasi Utak Atik Otak yang didalamnya terdapat aplikasi E-Tabungan bagi anak-anak Sekolah Dasar (SD)," tambah Saiful.

Sementara itu dijelaskan David Boy Tonara M. Kom., ketua panitia 90KCode 2017, bahwa kegiatan atau kompetisi ini menjadi ajang anak muda di jatim dan jateng menghasilkan inovasi-inovasi baru dibidang bisnis dan teknologi.

"Anak muda di Jawa timur dan Jawa tengah punya semangat dan keterampilan yang tidak kalah dengan provinsi lainnya. Secara skill kita bisa, hanya belum banyak wadahnya. Dan kompetisi ini semoga menggairahkan inovasi anak muda kita," terang David Boy Tonara.

Pada kompetisi ini, lanjut David peserta dituntut bukan sekedar memiliki skill coding tapi juga peka terhadap permasalahan yang ada disekitar, sehingga secara kreatif inovatif mereka dapat menghasilkan karya.

"Satu hal lagi yang harus juga dicermati peserta adalah strategi dalam membagi waktu selama kompetisi ini mengingat waktu yang disiapkan terbatas hanya 25 jam saja. Ini penting juga diperhitungkan oleh peserta," pungkas David Boy Tanara.(tok)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.