KELANA KOTA
Resmikan Tol Jombang-Mojokerto

Presiden Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Tidak Boleh Ditunda

Laporan Zumrotul Abidin | Minggu, 10 September 2017 | 17:27 WIB
Joko Widodo Presiden saat meresmikan tol Jombang-Mojokerto. Foto: Bruriy suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden meresmikan jalan tol Jombang-Mojokerto yang dikelola oleh PT Marga Harjaya Infrastruktur, Minggu (10/9/2017). Joko Widodo mengatakan, seharusnya jalan ini sudah bisa dikerjakan pada tahun 1996, tapi molor bertahun-tahun.

Joko Widodo dalam sambutannya, menjelaskan bahwa masalah molornya pembangunan infrastruktur di Indonesia sebabnya semuanya sama, diantaranya masalah pembebasan lahan. Saat ini pemerintah sudah tahu solusinya.

Jokowi juga menjawab pertanyaan sebagian orang kenapa di era pemerintahannya, banyak membangun infrastruktur seperti Bandara, Pelabuhan dan Jalan tol. Presiden menegaskan kalau tidak segera dibangun sekarang, maka akan semakin mahal biayanya.

"Kalau diundur-undur terus akan semakin mahal biayanya. Mulai dari pembebasan lahannya, bahan-bahanya semua akan semakin mahal. Maka jangan lagi diundur-undur soal infrastruktur ini," ujarnya saat peresmian.

Jokowi mencontohkan pembangunan kereta bawah tanah di Jakarta kalau dibangun 26 tahun lalu harga tanah Rp2 juta sampai dengan Rp5 juta setiap meternya. Namun sekarang, harganya Rp80 juta sampai Rp200 juta dan sangat mahal jika terus diundur.

Menurut Presiden, dengan dibangunnya infrastruktur maka Indonesia bisa bersaing dengan negara lain dalam kemajuan ekonomi.

"Selama ini Indonesia bisa kalah bersaing dengan negara lain akibat biaya logistik satu tempat lainnya saat ini lebih mahal. Saat ini di Indonesia biaya logistik lebih besar 2,5 persen dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia," papar Jokowi.

Jokowi menegaskan, betapa jangkauan antar daerah di negara Indonesia sangat sulit. Dia mencontohkan dirinya saat turun ke daerah. "Presiden saja sangat sulit menjangkaunya, apalagi masyarakat," kata Jokowi.

Sekadar diketahui, momentum ini sebagai tanda kesiapan beroperasinya tol Jombang-Mojokerto seksi 2 dan 3. Jalan tol sepanjang 40,5 kilometer ini dapat beroperasi penuh setelah seksi 4 tol terhubung dengan ruas Ngawi-Kertosono.

Tol Jombang-Mojokerto ini menghubungkan bagian barat Kabupaten Jombang (Desa Bandarkedungmulyo) dengan bagian utara Kabupaten Mojokerto (Desa Penompo).

Secara keseluruhan, ruas tol Jombang-Mojokerto memiliki 4 gerbang tol, yakni gerbang tol Bandar (di Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang), gerbang tol Jombang (di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Jombang), gerbang tol Mojokerto Barat (di Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur) dan gerbang tol Mojokerto (di Desa Penompo, Kecamatan Gedeg, Mojokerto). (bid/den)
Editor: Denza Perdana



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Doa untuk Orang yang Buang...
Agus Bakrie Sudharnoko