KELANA KOTA

Tol Jombang-Mojokerto Seksi 2 Seminggu Gratis Mulai Pekan Depan

Laporan Denza Perdana | Minggu, 10 September 2017 | 20:30 WIB
Gerbang Tol Mojokerto di Desa Penompo, Kecamatan Gedeg, Mojokerto yang masuk dalam wilayah Seksi 3 Tol Jombang-Mojokerto. Di lokasi ini, Seksi 2 Tol Jombang-Mojokerto diresmikan oleh Joko Widodo Presiden, Minggu (10/9/2017). Foto: Bruriy suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tol Jombang-Mojokerto Seksi 2 sepanjang 19,9 kilometer yang baru diresmikan oleh Joko Widodo Presiden, Minggu (10/9/2017) sore akan menghubungkan dua seksi yang telah beroperasi sebelumnya.

Namun, pengoperasiannya masih menunggu Surat Keputusan Operasional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR).

Achmad Rifan Tsamany Supervisor Gerbang Tol Astra Infra Tol Road Jombang-Mojokerto memperkirakan, SK pengoperasioan Tol Jombang-Mojokerto Seksi 2 ini baru akan keluar pekan depan.

"Insyallah minggu depan SK-nya sudah bisa keluar," ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Minggu sore. "Kalau sudah keluar, akan ada sosialisasi selama tujuh hari," ujarnya.

Selama masa sosialisasi, kata Rifan, PT Marga Harjaya Infrastruktur sebagai pengelola tol akan menggratiskan tarif jalan tol bagi semua pengendara. Setelah seminggu masa sosialisasi tarif akan berlaku normal seperti semua seksi yang telah dioperasionalkan.

Perlu diketahui, Seksi 2 Tol Jombang-Mojokerto sepanjang 19,9 kilometer ini nantinya akan menghubungkan Seksi 1 dan Seksi 3 yang telah beroperasi.

Seksi 1 tol ini, yang menghubungkan wilayah Jombang tengah di Kecamatan Tembelang dengan wilayah batas Kabupaten Jombang sebelah barat, yakni di Kecamatan Bandarkedungmulyo telah beroperasi sejak 2014 lalu.

Sedangkan Seksi 3 sepanjang 5 kilometer telah beroperasi sejak Desember 2016 lalu menghubungkan wilayah Mojokerto dari Kecamatan Jetis hingga Mojokerto Barat di Kecamatan Gedeg. Gerbang tol yang berada di wilayah Seksi 3 ini adalah Gerbang Tol Mojokerto di Desa Penompo, Kecamatan Gedeg.

Rifan mengatakan, menjelang peresmian Seksi 2 tol yang menghubungkan kedua seksi di atas oleh Joko Widodo Presiden, Minggu sore, Seksi 3 memang sempat ditutup sementara.

"Penutupan ini dari tadi dini hari sekitar pukul 00.00 WIB tadi. Nah, besok pagi, sekitar pukul 07.30 WIB akan kami buka kembali," ujarnya.

Perlu diketahui, Seksi 2 Tol Jombang-Mojokerto ini akan mewilayahi Gerbang Tol Barat Mojokerto di Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg.

Dengan beroperasinya Seksi 2, maka tol Jombang-Mojokerto telah menghubungkan bagian barat Kabupaten Jombang, dari gerbang yang ada di Desa Bandar Kedungmulyo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang ke bagian utara Kabupaten Mojokerto di Desa Penompo, Kecamatan Gedeg, Mojokerto.

Tinggal Seksi 4 Tol Jombang-Mojokerto sepanjang 0,9 kilometer yang belum diresmikan. Proyeksinya, PT Marga Harjaya Infrastruktur akan mulai mengoperasikan Seksi 4 ini bersamaan dengan beroperasinya ruas Ngawi-Kertosono.

Bila Seksi 4 sudah beroperasi, maka jalan Tol Jombang-Mojokerto sepanjang 40,5 kilometer ini bisa beroperasi penuh dan terhubung dengan ruas Ngawi-Kertosono.

Secara keseluruhan, tol Jombang-Mojokerto ini memiliki 4 gerbang tol. Yakni gerbang tol Bandar di Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang; gerbang tol Jombang di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Jombang; gerbang tol Mojokerto Barat di Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur; dan gerbang tol Mojokerto di Desa Penompo, Kecamatan Gedeg, Mojokerto.

Tol Jombang Mojokerto ini merupakan bagian dari proyek Tol Trans Jawa yang dicanangkan oleh Joko Widodo Presiden. Proyek Tol Trans Jawa sepanjang lebih dari 870 kilometer ini akan menyambungkan Merak (Banten) hingga Banyuwangi (Jawa Timur). Presiden mencanangkan proyek Tol Trans Jawa ini dapat rampung pada 2018 mendatang dan pembangunan jalan tol di Indonesia dapat mencapai 1.800 KM pada akhir 2019 mendatang.(den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.