KELANA KOTA

Hati-hati Penipuan Baru Berkedok e-Tilang

Laporan Fatkhurohman Taufik | Senin, 11 September 2017 | 11:24 WIB
Ilustrasi
suarasurabaya.net - Budi Mardianto, warga Dukuh Gogor, Gang 5 nomor 31 B Kedurus Surabaya mengaku sempat menjadi korban penipuan gaya baru berkedok elektronik tilang (e-tilang). Akibat penipuan ini, Budi mengaku kehilangan uang Rp700 ribu.

Kepada Radio Suara Surabaya, Budi menceritakan penipuan e-tilang ini bermula ketika sedang berkendara di kawasan Tenggilis pada Minggu (10/9/2017) sekitar pukul 14.00 WIB. "Saya dapat telpon, dia menyebutkan nomor plat kendaraan dengan benar dan bilang saya baru saja melanggar lampu merah sehingga terekam CCTV," ujar Budi.

Dengan posisi yang sedang menyetir mobil, saat itu Budi lantas diarahkan menuju ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM) terdekat. "Jadi saya kayak kenak gendam gitu. Saya berfikirnya simpel saja mungkin saya tidak sadar melanggar dan harus taat membayar denda," ujarnya.

Saat tiba di ATM, sebenarnya sempat ada seseorang yang berusaha mengingatkan Budi, namun Budi tetap tidak sadar dan terus memencet nomor di ATM sesuai dengan keinginan si penipu. Budi-pun akhirnya mentransfer uang Rp700 ribu. "Saya baru sadar kalau ini penipuan," kata dia.

Meski mengaku tak mau melaporan kejadian ini ke kepolisian, namun Budi berharap masyarakat yang mendengar Radio Suara Surabaya, bisa lebih peka dan tidak tertipu seperti dirinya. (fik)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.