KELANA KOTA

Presiden: Petani Harus Berpikir Pengembangan Agrobisnis

Laporan Jose Asmanu | Selasa, 12 September 2017 | 16:47 WIB
Ilustrasi. Keripik buah nangka dalam kemasan. Foto: bisnisukm.com
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden menegaskan, petani harus berani mengubah pola pikir untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini petani hanya berkutat dan disibukkan soal benih, pupuk dan pola tanam, belum menjangkau peluang lain.

Penegasan kepala negara itu disampaikan di depan peserta rapat kabinet terbatas dalam menghadapi musim kemarau di Kantor Presiden, Selasa (12/9/2017).

Sekarang petani, kata Presiden harus mulai melepaskan diri dari lingkaran rutinitas untuk mendapatkan nilai tambah melalui pengembangan agro bisnis. Contohnya, buah nangka, apel, singkong dan ubi yang bisa diolah menjadi makanan dalam kemasan yang menarik dan bisa tahan lama.

Pola pikir untuk agrobisnis selama ini hanya dilakukan oleh pengusaha besar atau konglomerat. Sebenarnya, petani bisa melakukannya dengan membentuk kelompok petani besar.

"Jatim yang sudah mpratikan saya minta pak Karwo untuk mempresentasikan keberhasilannya supaya bisa momotivasi petani daerah lain," kata presiden, Selasa (12/9/2017).

Soekarwo, Gubernur Jatim, mengatakan keberhasilan petani jatim mengolah hasil pertanian bernilai ekspor, pertama karena inovasi, serta adanya pendamping dari bank, dari segi permodalan dan tata kelola manajemen.

"Sekarang pisang, nangka, apel dan ubi sudah bisa diolah menjadi makanan kemasan berkualitas ekspor," kata Pakde Karwo Gubernur Jatim. (jos/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Doa untuk Orang yang Buang...
Agus Bakrie Sudharnoko
X
BACA LAINNYA