KELANA KOTA

Gubernur: Jatim Aman Memasuki Musim Kemarau

Laporan Jose Asmanu | Selasa, 12 September 2017 | 20:28 WIB
Ilustrasi, kekeringan. Desain Grafis: Gana suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Soekarwo, Gubernur Jatim mengatakan, di Jawa Timur tidak ada yang perlu dikhawatirkan, menghadapi musim kemarau tahun ini.

Karena tahun lalu hujan turun sepanjang tahun, hampir tidak ada musim kemarau. Hanya beberapa bulan terakhir ini hujan mulai berkurang.

"Bulan november nanti hujan diperkirakan mulai turun. Oleh orang disebut onone sumber (adanya sumber air,red). Sedangkan Desember dimaknai gede-gedene sumber (besar-besarnya sumber,red)," kata Pakde Karwo di Istana Negara, Selasa (12/9/2017).

Dalam catatan Gubernur Jatim, masih ada 422 desa yang mengalami kekeringan, jumlah ini lebih kecil dibanding tahun lalu yang mencapai 541 desa.

"Dari 422 desa yang rawan kekeringan dimusim kemarau, 213 di antaranya sudah diatasi dengan jaringan pipa dan sumur air dalam. Sedangkan 133 desa harus dibantu dengan mobil tangki, karena letakanya di dataran tinggi," kata Pakde Karwo.

Bencana kekeringan saat ini sedang melanda sejumlah daerah di Tanah Air. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajarannya untuk segera turun ke lapangan dan mencari solusi guna mengatasi bencana tersebut.

"Saya minta seluruh menteri dan lembaga terkait serta para gubernur untuk betul-betul melihat kondisi yang ada di lapangan dan segera melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana kekeringan ini," kata Presiden saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Selasa sore.

Salah satu solusi yang disebutkan Kepala Negara adalah terkait bantuan air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak kekeringan. Mengingat dalam dua tahun terakhir pemerintah telah membangun sejumlah embung, waduk, hingga bendungan guna mengantisipasi bencana tersebut.

"Saya juga minta dicek untuk supply air untuk irigasi pertanian sangat dibutuhkan terutama untuk mengairi lahan-lahan pertanian di daerah-daerah yang terdampak," pesan Jokowi.

Selain air bersih, ketersediaan stok bahan pangan di sejumlah daerah juga harus dijaga guna menghindari kelangkaan yang mengakibatkan kenaikan harga.

Berdasarkan laporan yang diterima Presiden, BMKG menyatakan bahwa musim hujan di beberapa daerah diperkirakan baru terjadi akhir November atau akhir Oktober 2017 mendatang. Hal tersebut tentu saja menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah di Tanah Air.

"Beberapa daerah sudah tidak mengalami hujan berturut-turut lebih dari 60 hari, lebih dari dua bulan, bahkan sebagian di Pulau Jawa saat ini sedang mengalami puncak musim kemarau," kata Presiden. (jos/den/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA