KELANA KOTA

Risma Tegaskan Tak Mau Maju Pilgub Jatim

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 13 September 2017 | 16:54 WIB
Risma dalam pertemuan dengan pimpinan media di Surabaya di rumah dinas Walikota, Rabu (13/9/2017) sore. Foto : suarasurabaya,net
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Walikota Surabaya menegaskan tidak mau dicalonkan dalam pemilihan gubernur Jatim 2018. Diantara alasannya, Risma masih ingin menyelesaikan amanah menyejahterakan rakyat Surabaya.

Hal ini dinyatakan Risma dalam pertemuan dengan pimpinan media di Surabaya di rumah dinas Walikota, Rabu (13/9/2017) sore.

Menurut Risma, Megawati Soekarnoputri Ketua DPP PDI Perjuangan kemarin, juga sempat memastikan lagi apakah Risma berkenan untuk di Pilgub Jatim. Risma dengan tegas menolak.

Risma membeberkan beberapa alasan tidak tertarik di Pilgub Jatim. Diantaranya, dia takut tidak bisa mengemban amanah mengingat wilayah Jawa Timur sangat luas. Alasan berikutnya, Risma masih memiliki tanggung jawab menyejahterakan masyarakat Surabaya dan menyiapkan masa depan anak-anak Surabaya.

Bagi Risma, menjadi Gubernur, atau bahkan Presiden itu bukan persoalan naik kelas. Bagi dia naik kelas itu kalau sudah bisa menyejahterakan rakyat seluruh Surabaya.

"Kata orang jadi Gubernur itu naik kelas, Presiden itu naik kelas, bagi saya tidak. Bagi saya naik kelas itu kalau saya bisa mengentaskan kemiskinan rakyat saya," ujarnya di depan pimpinan media.

Risma bercerita, persoalan ini bukan soal kekuasaan. Menurutnya berulang kali dia ditawari menempati jabatan strategis baik di Pemerintah Pusat maupun maju di Pilgub Jakarta.

"Saya itu sudah dipanggil ibu (Megawati Soekarnoputri) saat pak Jokowi baru menang dalam Pilpres lalu, saya ditawari Menteri. Kemudian, pada saat pak Ahok belum dicalonkan PDIP saya juga ditanyai apakah mau jadi calon di Jakarta. Semua saya jawab tidak," katanya.

Menurut Risma, kalau dihitung tantangannya, jadi Gubernur Jakarta itu lebih menguasai daripada di Jatim. Sebab, di Jakarta wilayahnya relatif terjangkau, tapi kalau di Jatim wilayahnya luas sekali.

"Berat saya. Bagaimana kalau ada masalah di Banyuwangi sana, atau di kepulauan sana. Saya kira tidak, ini terlalu luas, saya tidak sanggup," katanya.

Dalam pertemuan ini, Risma juga menjelaskan program dan tantangannya membangun Surabaya di sisa kepemimpinannya. Diantaranya terkait Trem yang tidak mungkin dibiayai APBN. Sehingga dia harus menyiapkan sendiri persiapannya. Kemudian, pembangunan jalan Merr mulai tahun depan dibiayai APBD karena dua tahun dana APBN tidak keluar. (bid/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.