KELANA KOTA

Pertemuan ke 4 InaHEA Fokus Bahas Jaminan Kesehatan Masyarakat

Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 13 September 2017 | 21:08 WIB
Saat konferensi pers digelar dalam pertemuan ke 4 InaHEA 2017 di Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Indonesia Health Economic Asosiation (InaHEA) ke 4 tahun 2017, Rabu (13/9/2017) dimulai dengan membahas jaminan kesehatan masyarakat sebagai fokus utama kajian, karena persoalan tersebut menyangkut kepentingan seluruh masyarakat luas.

"Pelaksanaan serta struktur jaminan kesehatan masyarakat sampai saat ini memang menjadi bagian penting dari masyarakati tu sendiri. Apapun bentuknya dan bagaimana pelaksanaannya, itu yang kami bahas pada pertemuan ke 4 InaHEA tahun 2017 ini," ujar Prof. DR. Hasbullah Tabrani Ketua InaHEA.

Ada sekitar 180 makalah hasil penelitian yang dilakukan oleh banyak pihak mulai dari kalangan kampus hingga profesional dibanyak bidang terkait dengan ekonomi kesehatan dan akan dibahas dalam pertemuan InaHEA ke 4 di Surabaya.

"Diharapkan dari pembahasan mendalam terhadap sekurangnya 180 makalah tersebut akan muncul temuan-temuan yang nantinya bermanfaat dan memberikan solusi baru pada persoalan-persoalan jaminan kesehatan masyarakat," tambah Hasbullah.

InaHEA diharapkan memberikan pemecahan masalah atau solusi persoalan-persoalan masyarakat dalam kaitannya dengan ekonomi kesehatan yang kaitannya langsung dengan masyarakat. Bukan hanya maslaah-masalah layanan kesehatan semata.

Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang ikut hadir membuka InaHEA 2017, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa yang paling penting dan selalu diingat adalah bahwa warga masyarakat wajib dilayani kesehatannya.

"Pasien itu punya jaminan kesehatan atau tidak tetap harus mendapat layanan kesehatan jika membutuhkan. Itu yang perlu diingat dan wajib dilakukan mulai dari klinik, sampai rumah sakit sekalipun," kata Nila Djuwita Moeloek.(tok/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA