KELANA KOTA

Refleksi Perobekan Bendera Belanda Diharap Dongkrak Wisatawan

Laporan Denza Perdana | Rabu, 13 September 2017 | 21:00 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya membacakan puisi berjudul "Surabaya" karya KH Mustofa Bisri, saat parade Juang di depan Hotel Majapahit pada 2016 silam. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pemkot Surabaya akan membuka rangkaian peringatan hari pahlawan, 10 November, dengan menggelar refleksi peristiwa perobekan bendera di Jalan Tunjungan, besok, Kamis (14/9/2017), mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB.

Widodo Suryantoro Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya mengatakan, acara ini akan melibatkan 3.000-an peserta dan undangan, dalam aksi teatrikal.

"Ini tahun ketiga kita melakukan refleksi perobekan bendera. Seperti tahun lalu, kami melibatkan berbagai unsur. Dari pemerintahan, pelajar hingga komunitas. Sekitar 3.000an peserta," katanya di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (13/9/2017).

Peristiwa perobekan bendera Belanda berwarna merah putih biru ini, menyisakan warna merah dan putih Bendera Indonesia. Peristiwa ini sebenarnya terjadi pada tanggal 19 September. Tapi peringatannya memang dilakukan lebih cepat dari seharusnya.

Perobekan bendera di Hotel Yamato, sekarang hotel Majapahit oleh arek-arek Suroboyo, menjadi awal perlawanan pejuang hingga terjadinya pertempuran 10 November.

"Kami sengaja menggelar ini secara rutin, untuk merawat ingatan masyarakat Surabaya atas peristiwa bersejarah yang terjadi pada 19 September ini, hingga Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan," ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari para Konsulat Jenderal negara sahabat yang ada di Surabaya, helatan seperti ini masih menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan mancanegara.

"Ini kami harapkan bisa menambah jumlah wisatawan di Surabaya. Kami menargetkan 21 juta wisatawan pada 2017 ini. Nah, sampai hari ini sudah sekitar 19 juta," ujarnya.

Widodo mengatakan, dia berharap pada Desember mendatang, dengan banyaknya acara yang digelar di Surabaya, jumlah wisatawan bisa menembus target 21 juta orang.(den)
Editor: Fatkhurohman Taufik



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.