KELANA KOTA

Simulasi: Bandara Juanda dan Garuda Indonesia Diserang Teroris

Laporan Bruriy Susanto | Kamis, 14 September 2017 | 12:32 WIB
Latihan anti teror. Simulasi di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya, mendapat ancaman dari sekelompok teroris. Foto: Bruriy suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya, mendapat ancaman dari sekelompok teroris. Bahkan, salah satu teroris menyandera seorang calon penumpang. Sehingga insiden tersebut membuat calon penumpang yang ada di dalam area lobby bandara panik.

Lantaran, teroris yang menyandera calon penumpang itu berulangkali mengeluarkan tembakan. Petugas keamanan yang ada di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda terus melakukan koordinasi dengan pasukan khusus dalam penanganan teroris.

Kebetulan, Bandara Juanda merupakan wilayah teritorial penanganannya dilakukan dari kesatuan TNI Angkatan Laut. Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut pun melakukan koordinasi dengan pasukan khusus dari TNI Angkatan Laut yakni Kopaska (Pasukan Komando Katak).

Pasukan khusus tersebut berhasil melumpuhkan satu teroris, dan tewas di lokasi. Tapi, tim Kopaska masih terus melakukan penyisiran untuk mencari kelompoknya, yang masih berada di dalam area sekitar Terminal 2 Bandara Internasional Juanda.

Akhirnya, satu orang berhasil ditangkap. Bahkan, juga menemukan satu benda yang dicurigai sebagai bom, terletak di depan pintu masuk dan keluar penumpang. Petugas keamanan bandara kembali melakukan koordinasi, untuk mendatangkan tim jihandak, dan berhasil dijinakkan.

Disisi lain, pesawat dari maskapai Garuda Indonesia yang baru saja landing di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda juga mendapatkan ancaman teroris. Lagi-lagi, tim Kopaska harus menyelamatkan penumpang yang ada di dalam pesawat.

Dalam misi penyelematan sandera dari teroris yang ada di dalam pesawat, Kopaska datang dengan menggunakan helikopter, dan melakukan pendaratan untuk melakukan pembebasan. Tidak membutuhkan waktu lama, Kopaska berhasil membebaskan sandera, dan tiga teroris dilumpuhkan, tewas di dalam pesawat.

Namun, dalam serangan, penyergapan dilakukan teroris dan pembebasan sandera dari tim Kopaska di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda tersebut hanya bagian dari simulasi. Bagaimana penanganan, apabila di Bandara Juanda itu mendapat ancaman dari sekelompok teroris yang mengancam nyawa penumpang dan maskapai.

"Kebetulan Bandara Internasional Juanda ini wilayah dari TNI Angkatan Laut. Maka, bagaimana kesigapan petugas keamanan yang ada di Terminal Bandara Juanda ini mendapatkan ancaman teroris secara mendadak, model penanganannya itu," kata Laksamana Pertama Manahan Simorangkir, Danpuspenerbal (Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut) Juanda, Surabaya, Kamis (14/9/2017).

Menurut dia, dalam penanganan kemampuan pasukan yang ada di Terminal Bandara Juanda, maka dilakukan simulasi pengamanan. Tujuannya untuk mengasah keterampilan dan kewaspadaan, ketika ada ancaman teroris.

"Saya harapkan dengan simulasi penanganan ini, jangan sampai ada ancaman teroris di lingkungan sekitar bandara juanda. Tapi, jika terjadi, maka pasukan khusus yang ada di bandara harus sigap dan siap menanganinya," ujarnya. (bry/ipg)

Teks Foto:
- Simulasi teroris yang menyandera calon penumpang, berulangkali mengeluarkan tembakan.
Foto: Bruriy suarasurabaya.net
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Doa untuk Orang yang Buang...
Agus Bakrie Sudharnoko