KELANA KOTA

Tiga Pelaku Curanmor Spesialis Korban Anak-anak Diringkus

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 14 September 2017 | 13:22 WIB
Tiga pelaku curanmor saat di Mapolrestabes Surabaya. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Komplotan pencurian motor spesialis korban anak-anak dibekuk Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya. Mereka adalah SA (24) warga Kapasari Pedukuhan Surabaya, DI (24) warga Pakis Gunung Surabaya, dan EF (22) warga Jl Gembong Sawah Barat Surabaya.

Mereka sudah tiga kali melakukan pencurian motor di wilayah Boboh dan Wringinanom Gresik. Hasil curiannya dijual ke Madura.

Kompol Lily Djafar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya mengatakan, para pelaku selalu menyasar korban pengendara motor yang masih usia anak-anak. Modusnya dengan mendekati calon korban untuk menanyakan alamat rumah. Setelah itu, mereka berpura-pura kebingungan dan mengajak korbannya untuk mengantarkan ke lokasi alamat yang dituju.

Setelah sampai di lokasi alamat tertentu, para pelaku meminta tolong agar korban masuk ke sebuah rumah tersebut untuk memanggilkan adiknya dengan alasan pelaku takut karena lama tidak bertemu dengan orang tuanya.

Setelah korban berjalan ke rumah tersebut, pelaku yang dalam posisi menguasai motor korban langsung tancap gas membawa kabur motor korban.

"Para pelaku telah melakukan kejahatan tiga kali dengan modus yang sama. Mereka melakukan kejahatan juga di siang hari dengan menyasar anak SMP sepulang sekolah," katanya, Kamis (14/9/2017).

Di depan polisi pelaku mengaku menyasar korban anak-anak karena mudah dikelabui. Hasil kejahatan ini digunakan para pelaku untuk judi burung merpati di Kapasari. Mereka mendapat ide modus pencurian seperti ini juga dari seroang teman nongkrong di Kapasari.

Dari tiga orang ini, SA dan DI merupakan eksekutornya. Sementara, EF berperan menjual motor hasil kejahatan. Setiap motor dijual bervariasi. Honda Beat dijual Rp2,3 juta sedangkan Honda Vario dijual Rp3 juta.

Polisi mengimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan mempercayakan motor kepada anak yang masih di bawah umur. Sebab, rawan menjadi sasaran kejahatan pencurian dan perampasan. (bid/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Doa untuk Orang yang Buang...
Agus Bakrie Sudharnoko