KELANA KOTA

Pemberlakuan e-Tol Secara Bertahap

Laporan Denza Perdana | Kamis, 14 September 2017 | 18:24 WIB
Ilustrasi. Di Gardu Tol Otomatis (GTO) pengguna jalan tol tidak perlu repot membayar dengan uang tunai. Foto: Youtube Bobby Priambodo
suarasurabaya.net - Teddy Rosadi Kepala Jasa Marga Cabang Surabaya mengatakan, pemberlakuan e-Tol di semua gerbang tol di Surabaya akan dilakukan secara bertahap. Alasannya, karena banyaknya gerbang tol yang menjadi wilayah Jasa Marga Cabang Surabaya.

"Mengingat gerbang tolnya cukup banyak, sekitar 15 gerbang, kami lakukan bertahap. Nanti pada 1 Oktober kami akan menerapkan di Gerbang Tol Kota Satelit, Gerbang Gunungsari 1, Gunungsari 2, dan Gerbang Tol Kejapanan-Gempol," katanya kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (14/9/2017).

Gerbang Tol Kota Satelit menjadi gerbang yang pertama kali akan diberlakukan penerapan e-Tol, kata Teddy, karena di gerbang itu penetrasi penggunaan e-Tol sudah cukup tinggi. Sampai saat ini, kurang lebih sebanyak 41 persen pengguna tol di Gerbang Tol Satelit sudah menggunakan e-Tol.

Selanjutnya, kata Teddy, pemberlakuan e-Tol yang menjadi bagian dari Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) yang dicanangkan Joko Widodo Presiden, dilanjutkan pada tanggal 10 Oktober 2017. Kartu e-Tol ini akan diberlakukan di Gerbang Dupak dan Banyu Urip.

"Lalu pada 14 Oktober, kami akan berlakukan di Gerbang Tol Waru. Kemudian pada 24 Oktober di Gerbang Tol Sidoarjo 1 dan Sidoarjo 2. Jadi kami berharap, setidaknya pada akhir Oktober, semua gerbang tol Jasa Marga Cabang Surabaya sudah menggunakan e-Tol," ujarnya.

Teddy mengatakan, pemberlakuan e-Tol ini dilakukan secara bertahap agar Jasa Marga lebih fokus mempersiapkan pelayanan di gerbangnya. Sehingga pemakai jalan yang melewati gerbang belakangan masih punya waktu untuk mempersiapkan diri dengan kartu e-Tol.

Hari ini, Jasa Marga Cabang Surabaya menggelar forum group discussion (FGD) dengan berbagai pihak, seperti Dinas Perhubungan, Kepolisian, Perbankan dan diikuti oleh beberapa Media. FGD ini membahas kesiapan penerapan transaksi nontunai sebagai bagian GNNT, khususnya di Jalan Tol yang mulai berlaku sejak 1 Oktober mendatang.

Berkaitan dengan solusi berbagai permasalahan yang terjadi, seperti misalnya bila pengguna jalan tol ternyata belum mendengar sosialisasi dan belum memiliki kartu e-Tol. Teddy mengatakan, mulai 1 Oktober mendatang akan ada empat bank yang bekerja sama menyiapkan penjualan kartu e-Tol di setiap Gerbang Tol.

"Kalau terjadi begitu, kami akan pinggirkan dulu nanti dari pihak bank akan membantu. Karena ada empat bank yang akan menyediakan kartu ini di lokasi gerbang tol mulai 1 Oktober nanti," katanya.

Sedangkan mengenai permasalahan seperti mesin pembaca e-Tol tidak bisa membaca kartu e-Tol yang dimiliki pengguna jalan, Teddy mengatakan juga sudah ada solusinya. "Di mesin itu sudah ada tombol emergency. Nanti ada petugas yang akan membantu," katanya.

Dia mengakui, mesin pembaca kartu e-Tol yang telah tersedia saat ini memang baru bisa untuk membaca kartu e-Tol dari beberapa bank tertentu. Namun, Teddy mengatakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama, pihak Jasa Marga akan menyediakan mesin pembaca kartu yang bisa digunakan untuk semua kartu e-Tol dari semua perbankan.

"Ke depan kita harapkan, tidak dalam waktu yang terlalu lama, satu mesin itu bisa untuk membaca semua bank," katanya.(den/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.