KELANA KOTA

Presiden Puji Layanan Gedung Baru Perpustakaan Nasional

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 14 September 2017 | 18:45 WIB
Presiden saat berada di salah satu ruangan Gedung Perpustakaan Nasional yang dia resmikan Kamis (14/9/2017). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Nasional, Kamis (14/9/2017). Setelah peresmian itu, Presiden yang biasa dipanggil Jokowi itu berkeliling melihat fasilitas di gedung yang baru diresmikannya bersama beberapa menteri dan tokoh lainnya.

Ada Muhadjir Effendy Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Pramono Anung Sekretaris Kabinet, M Nasir Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Syarif Bando Kepala Perpustakaan Nasional, Djarot Saiful Hidayat Gubernur DKI Jakarta, Najwa Shihab Duta Baca Indonesia, serta beberapa pegiat literasi lainnya.

Layanan yang dilihat pertama kali oleh Presiden adalah layanan layar sentuh yang berisi e-jurnal, e-book, data perpustakaan di seluruh Indonesia, dan website Perpustakaan Nasional.

Di tempat pendaftaran keanggotaan yang berada di lantai 2, Presiden membuat kartu anggota Perpustakaan Nasional. Tidak hanya satu menit, kartu anggota Presiden sudah selesai pembuatannya. Layanan ini menurut Kepala Perpustakaan nasional merupakan layanan tanpa biaya dan hanya dengan menunjukkan kartu identitas diri, maka kartu anggota dapat dibuat dan selesai dalam satu menit.

Presiden pun mengakui bahwa layanan tersebut adalah layanan perpustakaan yang baik. "Tidak ada satu menit semua bisa diberikan. Semua tidak bayar," ujar Jokowi.

Dari lantai 2, Presiden meninjau layanan perpustakaan di lantai 7. Di sini tersedia ruangan perpustakaan untuk anak-anak, penyandang disabilitas dan lansia. Presiden sempat menyapa anak-anak yang berada di layanan tersebut. "Baca apa coba? Apa yang dibaca, apa? Buku cerita? Yang dibaca apa?" tanya Presiden. Seorang anak menjawab, "Kelinci."

Setelah bertemu anak-anak, Presiden menyapa ibu-ibu yang sedang berada di lantai 7 tersebut. "Ibu-ibu baca apa? Baca dongeng?" tanya Presiden. Ibu-ibu yang berkumpul itu lantas bernyanyi dan Presiden pun mendengarkan nyanyian para ibu.

Setelah mendengarkan nyanyian ibu-ibu itu, Presiden berpamitan dan menuju perpustakaan layanan disabilitas. Presiden melihat dua anak tunanetra yang tengah membaca buku dengan cetakan huruf braille. Presiden sempat mendengarkan apa yang dibacakan oleh salah satu anak itu. "Dia adalah wanita pertama yang mempunyai mesin game di daerahku. Aku dan dia selalu bermain bersama setiap hari sepulang sekolah," kata anak itu menyuarakan isi buku.

Kepada jurnalis, Presiden memuji Gedung Perpustakaan Nasional tersebut. "Gedung perpustakaannya sangat representatif, sangat bagus," kata Presiden.

Selain itu, ia pun memuji layanan yang ada di ruang perpustakaan tersebut, seperti fasilitas untuk anak-anak, balita dan lansia, serta layanan disabilitas. "Untuk buku-buku braille, ada juga. Ini sebuah gedung dengan fasilitas yang sangat modern. Saya kira bisa digunakan sampai 50 tahun akan datang. Memang ini dibangunnya lama kan, 2 tahun 6 bulan. Awal 2015. Kualitasnya juga baik," ujar Presiden.(faz/den/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.