KELANA KOTA

Polda Jatim akan Bangun Command Center Enam Lantai

Laporan Bruriy Susanto | Rabu, 20 September 2017 | 14:30 WIB
Irjen Polisi Machfud Arifin, Kapolda Jawa Timur. Foto : Istimewa
suarasurabaya.net - Kepolisian Daerah Jawa Timur akan membangun gedung baru enam lantai, berukuran 25 X 55 meter. Anggaran untuk membangun gedung tersebut diperkirakan sekitar Rp80 miliar.

Anggaran tersebut didapat dari dana hibah Pemerintah Kota Surabaya hasil tukar guling aset milik Polda Jawa Timur, yang sekarang ini digunakan dan menjadi Jalan Frotage Road, Jalan Achmad Yani.

Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin Kapolda Jawa Timur mengatakan, gedung baru ini nantinya bukan untuk gedung utama, melainkan untuk peningkatan kinerja kepolisian.

"Gedung baru ini akan menjadi smart buiding, karena untuk meningkatkan kinerja polisi dalam pelayanan masyarakat. Bentuknya seperti command center," kata Machfud Arifin, Rabu (20/9/2017).

Menurut dia, command center ini akan memantau seluruh wilayah di Jawa Timur. Jika ada longsor misalnya, maka command center ini akan berada di garda terdepan untuk mengumpulkan informasi.

Artinya, nanti bisa dilakukan komunikasi langsung antara Polda di command center dengan anggota di lapangan. "Dengan seperti ini bisa terus berkoordinasi antara yang di command center dan anggota di lapangan," ujarnya.

Posisi command center polisi ini, nantinya ada di lantai enam. Sedangkan lantai satu lebih banyak digunakan untuk parkir dan apel anggota. Lantai dua hingga lima lebih banyak difungsikan untuk pembinaan terhadap personel dan gedung serbaguna.

"Saya harapkan di gedung baru ini, seluruh anggota yang ada di polda seperti Ditpamobvit yang selama ini di Jalan Dr Soetomo bisa jadi satu dan punya kantor di gedung baru ini," kata Jenderal bintang dua tersebut. (bry/fik/ipg).
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.