KELANA KOTA

Presiden: Aturan di Indonesia Orientasi Prosedur Bukan Hasil, Ini Harus Diobrak-abrik

Laporan Denza Perdana | Senin, 09 Oktober 2017 | 09:16 WIB
Jokowi Presiden saat berada di Sumenep, Madura, Minggu (8/10/2017). Foto: Setpres
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden dalam acara di Graha Pena, Minggu (8/10/2017) malam, sempat menyinggung tentang banyaknya aturan di Indonesia yang menghambat inovasi.

"Kita ini lucu banget. Seperti yang disampaikan Pak Dahlan. Ada orang inovatif, melakukan sesuatu inovasi. Yang namanya percobaan itu bisa berhasil bisa gagal kan? Begitu gagal dimasalahkan, gimana coba?" Ujar Presiden.

Presiden yang akrab disapa Jokowi ini mengatakan, kalau hal itu terus terjadi, siapa yang mau mencoba untuk berinovasi? Karena dengan aturan seperti itu, semua orang takut disalahkan ketika gagal melakukan percobaan.

"Tapi aturan kita memang begitu. Kita ini orientasinya masih orientasi prosedur, bukan orientasi hasil. Ya ini yang harus diobrak-abrik," ujarnya.

Jokowi menyebutkan, setidaknya ada sebanyak 42 ribu aturan dari Undang-undang, Perpres, PP, hingga Perda, Pergub dan Perwali yang ada di Indonesia.

Pada 2016 lalu, Jokow sempat memangkas dan merevisi lebih dari 3 ribu Perda. Tapi pada akhirnya hal ini dibatalkan oleh MK.

"Ini perlu sebuah kekuatan politik yang besar untuk mengubah banyak undang-undang, banyak regulasi lain baik di pusat, di daerah di provinsi maupun di kabupaten dan kota. Baru kita bisa lari cepat, kejar-kejaran inovasi," ujarnya.(den/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.