KELANA KOTA

Ketika Risma Kumpulkan PNS karena Keluhkan Jam Kerja

Laporan Denza Perdana | Senin, 09 Oktober 2017 | 16:09 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya saat mengumpulkan PNS dalam apel di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (9/10/2017). Foto: Humas Pemkot Surabaya
suarasurabaya.net - Tidak sedikit Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Surabaya mengeluh dan mempertanyakan jam kerja mereka yang melebihi batas. Keluhan ini terdengar oleh Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya.

Risma pun mengumpulkan ribuan PNS dalam sebuah apel pagi di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Senin (9/10/2017). Risma meminta mereka meningkatkan profesionalitas dan keadilan dalam melayani masyarakat.

Dia menyampaikan hal ini dalam pidatonya, sekaligus memaparkan bagaimana laporan-laporan yang dia terima berkaitan PNS yang mempertanyakan jam kerja.

"Sabtu tidak mau melayani. Padahal, ada warga yang bisanya mengurus (administrasi dsb.,red) hari Sabtu. Mereka (warga), kalau mengurus pas hari biasa, gaji mereka bisa dipotong. Tolong teman-teman memikirkan dan merenungkan itu," kata Risma.

Risma menyinggung apa yang telah diterima oleh para PNS selama ini. Selain gaji yang diterima, para PNS juga mendapat insentif Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan tunjangan lain.

"Jadi jangan seenaknya minta TPP tapi enggak mau lembur. Jangan memikirkan diri sendiri dan hanya menuntut hak, hak, dan hak saja," ujar Risma.

Risma pun berharap PNS di lingkungan Kota Surabaya mensyukuri apa yang telah diterima dan kembali meminta agar mereka lebih loyal melayani masyarakat, terutama dalam hal perizinan.

Ini berarti, Risma menuntut PNS mau merelakan waktunya lebih banyak. Hal ini tentu saja berkaitan dengan jam kerja para PNS yang harus benar-benar dimanfaatkan untuk melayani masyarakat.

"Apa salahnya memberikan hasil terbaik? Kalau kita berbuat baik kepada orang lain,kebaikan itu nanti akan dibalas dan akan terus diingat oleh siapapun. Saya percaya itu," ujarnya.

Risma kembali mengingatkan para PNS tentang janji dan sumpah yang mereka ucapkan ketika dilantik, yakni menjadi abdi bagi masyarakat.

"Kalian sudah disumpah di hadapan Tuhan untuk menjadi abdi masyarakat. Sumpah itu bukan buat saya, tapi untuk Tuhan dan masyarakat. Sumpah yang sebenarnya nanti dipertanggungjawabkan di akhirat," tegas Risma.

Risma mengaku, selama ini tidak pernah mengecek jam pulang kerja para pegawai maupun pejabat pemkot. Yang terpenting baginya, kata Risma, ketika pegawai itu dicari ada, dan tugas serta kewajiban sudah selesai.

Dia kembali berharap, PNS mampu melayani masyarakat dengan tulus hati dan ikhlas. Sebab hal itu sudah menjadi kewajiban dari PNS.(den/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 10
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.