KELANA KOTA

Road Recycling, Solusi Modern Perbaikan Jalan Rusak

Laporan J. Totok Sumarno | Selasa, 10 Oktober 2017 | 20:47 WIB
Kendaraan khusus pengolah aspal dengan teknologi daur ulang, digunakan untuk perbaikan jalan dikawasan Bangil, Pasuruan. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII yang meliputi Jawa Timur dan Bali saat ini sedang melakukan perbaikan jalan disejumlah lokasi menggunakan teknologi road recycling. Sebuah teknologi modern daur ulang dalam perbaikan jalan.

Poernyoto pejabat pembuat komitmen jalan Gempol-Bangil-Pasuruan-Probolinggo Balai Besar Jalan Wilayah VIII membenarkan bahwa teknologi daur ulang tersebut digunakan lantaran memang dibutuhkan inovasi bagi perbaikan jalan.

"Teknologi rekonstruksi daur ulang merupakan teknologi modern yang tidak menggunakan sepenuhnya material aspal baru. Menggunakan aspal lama dan langsung diolah dengan menggunakan mesin khusus yang bisa digunakan langsung mengaspal jalan," terang Poernyoto.

Dengan menggunakan sebuah kendaraan khusus, lanjut Poernyoto, aspal yang di-scrap dari jalan langsung diolah menjadi aspal baru, dan bisa dituangkan diatas jalan yang sedang dilakukan perbaikan.

Poernyoto menambahkan perbaikan jalan menggunakan sistem daur ulang atau road recycle dengan Cold Reclycling With Foamed Bitumeen (CRWFB) ini, baru pertama dilakukan di wilayah Jawa Timur, khususnya diwilayah Bangil.

Perbaikan jalan sepanjang sekitar 1,4 km di kawasan Bangil, Pasuruan tersebut, kata Poernyoto sepenuhnya menggunakan tehnologi modern ini. "Dan setelah kami lakukan perhitungan dasar dan sementara dari perbaikan jalan menggunakan road recycling ini ada beberapa keuntungan," kata Poernyoto.

Keuntungan itu diantaranya biaya yang lebih murah hingga 39% dibandingkan dengan biaya perbaikan jalan menggunakan cara konvensional. Waktu yang lebih cepat juga merupakan keuntungan menggunakan road recycling.

"Tinggi jalan juga bisa dikendalikan. Artinya ketinggian jalan itu tidak saling berkejaran dengan tinggi rumah masyarakat yang ada disisi kiri kanan jalan. Kalau menggunakan cara konvensional, tinggi jalan dan pemukiman kadang saling berkejaran. Dengan teknologi ini bisa dikendalikan," tambah Poernyoto.

Sementara itu ditambahkan Julius Sikku direktur PT Gaya Makmur Surabaya dealer kendaraan pengolah daur ulang aspal pada proses road recycling ini bahwa penggunaan mesin road recycling memang menekan biaya produksi perbaikan jalan.

"Tapi bukan itu saja sebenarnya. Ada keuntungan lain yang juga didapatkan pada penggunaan mesin road recycling ini. Keberadaan aspal saat ini semakin jadi rebutan banyak pihak, sedangkan teknologi ini justru mendaur ulang aspal," tegas Julius Sikku.

Julius menekankan bahwa teknologi daur ulang ini juga menjadi alternatif pilihan perawatan jalan yang dapat mempertahankan sisi geometrik jalan sehingga ketinggiannya tetap bisa dikontrol. "Sekaligus teknologi ini mengurangi ketergantungan terhadap material baru, karena teknis kerjanya daur ulang," pungkas Julius Sikku, Selasa (10/10/2017).(tok/iss)


Komentar Anda
Komentar 2
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.