KELANA KOTA

Tjahjo Kumolo : Saya akan Lawan Penghina Presiden

Laporan Fatkhurohman Taufik | Kamis, 12 Oktober 2017 | 13:48 WIB
Ilustrasi. HD (pakai baju tahanan), warga Bangil, Kabupaten Pasuruan, diduga melakukan ujaran kebencian di media sosial instagram saat gelar perkara di Mapolda Jatim. Foto: Bruriy/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga nilai dan martabat bangsa. Bahkan, Tjahjo dengan tegas menyatakan siap melawan siapapun yang menghina presiden dan lambang negara.

"Saya selaku Mendagri, pembantu Presiden akan saya lawan, perorangan kelompok golongan yang menghina presiden saya, yang menghina lambang negara ini, itu kita harus lawan," ujar Tjahjo ketika menjadi inspektur upacara pada perayaan Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Timur di Tugu Pahlawan, Surabaya, Kamis, (12/10/2017).

Dalam kesempatan ini, Tjahjo juga mengajak seluruh pemerintah daerah serta aparat kepolisian dan TNI untuk turut menjaga dan membela presiden jika ada pihak-pihak yang melecehkan Presiden sebagai simbol negara.

"Kita sebagai bangsa, sebagai negara, sebagai pemerintah daerah, kita punya kehormatan kita punya harga diri. Tugas aparatur sipil negara yang didukung TNI/Polri dan jajaran yang lain harus bela membela pimpinan kita, membela lambang-lambang negara kita," ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai bangsa yang menganut sistem demokrasi yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpendapat Tjahjo mempersiapkan siapapun yang ingin memberikan masukan, kritik dan saran terhadap pemerintah dengan syarat tidak melanggar aturan yang ada.

"Bersikap kritis boleh, memberi pendapat boleh, jadi oposisi boleh tapi ada aturan-aturan yang ada. Jangan berujar fitnah, jangan berujar kebencian, jangan mengumbar Sara, ini yang kita harus lawan," kata dia. (fik/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.