KELANA KOTA
Kasus Dugaan Korupsi APBD Perubahan

KPK Panggil Dua Anggota DPRD Malang sebagai Saksi

Laporan Farid Kusuma | Jumat, 13 Oktober 2017 | 15:35 WIB
Mochamad Arif Wicaksono Ketua DPRD Kota Malang (nonaktif), memberikan keterangan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta Selatan, 8 September 2017. Foto: Farid/Dok.suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil dua anggota DPRD Kota Malang, untuk diperiksa sebagai saksi dari Mochamad Arief Wicaksono Ketua DPRD Kota Malang (nonaktif) tersangka kasus korupsi.

Dua anggota DPRD Kota Malang yang dipanggil Penyidik KPK adalah Priyatmoko Oetomo (PDI Perjuangan) dan Yaqud Ananda Gudban (Partai Hanura)

Febri Diansyah Juru Bicara KPK mengatakan, penyidik masih berupaya menggali keterangan soal proses pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Karena, dalam proses pembahasan itu diduga terjadi praktik suap yang melibatkan oknum kepala dinas, pihak swasta dan Ketua DPRD Kota Malang.

Seperti diketahui, Jumat (11/8/2017) KPK mengumumkan penetapan status Mochamad Arief Wicaksono Ketua DPRD Kota Malang sebagai tersangka dalam dua kasus dugaan korupsi.

Kasus pertama, dia disangka menerima suap Rp700 juta dari Jarot Edy Sulistyono Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang yang sekarang sudah berstatus tersangka.

Uang suap itu diduga ada kaitannya dengan pembahasan APBD Perubahan Kota Malang, tahun anggaran 2015.

Sedangkan kasus kedua, Ketua DPRD Kota Malang diduga menerima hadiah atau janji berupa uang Rp250 juta, dari Hendrawan Maruszaman Komisaris PT ENK yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Pemberian itu diduga terkait proses penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang senilai Rp98 miliar, dalam APBD Kota Malang tahun anggaran 2016.

Atas perbuatan yang disangkakan, Arief Wicaksono terancam pidana penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat 4 tahun, dan paling lama 20 tahun penjara. (rid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA