KELANA KOTA

PSLI 2017, Kesempatan Buat Seniman Berinteraksi

Laporan J. Totok Sumarno | Jumat, 13 Oktober 2017 | 19:35 WIB
Satu di antara karya lukisan kaca 3 dimensi dengan obyek Joko Widodo Presiden RI karya Toto Sunu. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) ke 10 tahun 2017 diharapkan bukan sekadar sarana pamer karya tapi sekaligus ajang interaksi dan saling bertukar informasi.

"Semoga PSLI ini bukan sekadar ajang pamer karya, tapi sekaligus bisa jadi sarana berinteraksi para seniman dengan sesama seniman maupun dengan masyarakat. Ini penting dilakukan," ujar Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur.

Lebih lanjut Gus Ipul sapaan Saifullah Yusuf, mengingatkan bahwa saat ini pelaksanaan PSLI sudah menjadi bagian dari peringatan hari jadi provinsi Jawa Timur, dan ke depan nanti PSLI bisa menjadi agenda kesenian yang ditunggu-tunggu masyarakat.

"Kalau sebelumnya PSLI berdiri sendiri tetapi mulai dari pelaksanaan yang ke 10 ini PSLI menjadi bagian dari peringatan hari jadi Jawa Timur tentunya kita semua berharap agenda ini jadi bagian kegiatan yang ditunggu-tunggu masyarakat," kata Gus ipul.

Sementara itu, menyoal target penjualan, Gus Ipul mengingatkan bahwa dengan semakin berkembang dan beragamnya karya para seniman, maka penjualan seharusnya juga semakin meningkat.

"Kalau tahun ini targetnya 2 miliar, tahun depan seharusnya lebih tinggi lagi targetnya. Kalau senimannya berkembang dan karyanya beragam, maka masyarakat dan pecinta seni semakin punya banyak pilihan. Wajar kalau target penjualan di PSLI juga harus meningkat," ujar Gus Ipul.

PSLI 2017 dijadwalkan digelar di JX International hingga 22 Oktober 2017 mendatang. Selain pameran lukisan beberapa kegiatan lain juga akan digelar seperti lomba cheerleader, dan pembacaan puisi di arena PSLI.(tok/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.