KELANA KOTA

Surabaya Nominator ASEAN Clean Tourist City

Laporan Denza Perdana | Jumat, 13 Oktober 2017 | 20:51 WIB
Tim Juri saat mendatangi Kantor Sekda Kota Surabaya, Jumat (13/10/2017). Foto: Humas Kota Surabaya
suarasurabaya.net - Tim penilai standar kota wisata bersih ASEAN (ASEAN Clean Tourist City) dari Kementerian Pariwisata mengapresiasi Kota Surabaya saat melakukan penilaian di Surabaya, Jumat (13/10/2017).

Apresiasi ini disampaikan oleh tim kepada Hendro Gunawan Sekda Kota Surabaya dan perwakilan beberapa dinas terkait di ruang sidang Sekda, Balai Kota Surabaya.

Sebelumnya, tim dari kementerian pariwisata sudah melakukan kunjungan ke beberapa lokasi di Surabaya. Beberapa di antaranya ke taman flora, kampung lawas, dan kawasan Jembatan Merah.

Surabaya menjadi satu dari tujuh kota di Indonesia yang masuk dalam nominasi ASEAN Clean Tourist City. Dari tujuh kota itu akan terpilih satu kota mewakili Indonesia untuk dilombakan ke tingkat ASEAN.

"Dari hasil pengamatan kami dan juga paparan yang ditayangkan (Pemkot) tadi, Surabaya ini sudah on the right track," kata Mira Puspasari Gunawan Ketua Tim Penilai Lapangan dari konsultan Kementerian Pariwisata.

Mira menegaskan, dari beberapa kota yang telah mengirimkan dokumen, ada tujuh kota yang dinilai memenuhi syarat. Tm penilai selain fokus pada kawasan wisata masing-masing kota, juga akan melihat kebersihan kota secara paripurna.

"Bukan hanya yang terlihat seperti tidak ada sampah, tapi kami juga memperhatikan sampah suara, dan penciuman. Jadi, selain enak dilihat, juga didengar, dicium dan cita rasa rasanya juga sehat," ujar Mira.

Meski telah on the right track: pemandangan jalan-jalan utama yang asri karena banyak pohon, juga pedestrian yang rapi, dia tetap memberikan beberapa catatan.

"Hanya ada yang perlu dipantau. Misalnya ada program pengembangan kerja sama dengan stake holder. Bisa kerja sama dengan PHRI untuk kelola sampah di hotel. Kami juga mengapresiasi upaya memberi ruang untuk UKM. Selain itu, di pusat-pusat strategis, masih perlu ada pusat informasi wisata yang bisa menjadi panduan," katanya.

Fitriani, satu di antara tim juri mengatakan, dia sudah dua hari berada di Surabaya. Dia telah berkunjung ke kampung lawas, kawasan jembatan merah, juga mengamati pedestrian dan taman kota di Surabaya.

"Dari beberapa taman yang saya kunjungi, saya paling suka taman flora. Karena ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan warga di sana. Tapi, ada beberapa paving block yang butuh perawatan," katanya.

Hendro Gunawan Sekda Kota Surabaya mengatakan, usaha pariwisata di Surabaya meliputi jasa perjalanan wisata, usah jasa makanan dan minuman, usaha penyediaan akomodasi, dan usaha penyelenggaraan kegiatan dan rekreasi.

"Secara garis besar, programnya meliputi perlindungan budaya lokal, pengembangan destinasi wisata, program pengembangan kerjasama dengan stake holder bidang pariwisata, dan program pemasaran pariwisata," ujarnya.

Pemkot Surabaya, kata Hendro, mengembangkan perkotaan melalui penguatan elemen utama pariwisata, pengembangan elemen penunjang wisata, dan optimalisasi elemen tambahan wisata dengan cara memaksimalkan potensi karakteristik dan budaya lokal di Surabaya. 

Beberapa elemen utama wisata yang dikembangkan Pemkot adalah fasilitas budaya seperti museum, art gallery, bioskop dan hiburan, theater, concert hall dan MICE.

Ada pula fasilitas olahraga dan fasilitas hiburan seperti even atau festival, juga karakteristik fisik seperti heritage area, landmark/monument, taman, green area dan juga water front.

Sedangkan karakteristik sosial budaya yang dikembangkan antara lain bahasa, kesenian lokal, kampung, keamanan dan keramahtamahan.

"Kami punya agenda rutin tahunan seperti Parade Budaya dan Bunga dan Festival Rujak Uleg yang dihadiri tamu-tamu dari mancanegara. Kami juga punya bus wisata yang kami siapkan untuk wisata dan edukasi. Kami juga ada Balai Budaya yang kami siapakan untuk secara rutin menampilkan budaya lokal dan budaya sister city. Sedangkan beberapa kampung di Surabaya sudah juga sudah menjadi ikon wisata dan kampung UKM," kata Hendro.  

Selain Surabaya, beberapa kota lain yang menjadi nominasi ASEAN Clean Tourist City adalah Semarang, Malang, Solo, Bandung, Buleleng, dan Banyuwangi.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.