KELANA KOTA

Trump: Akhir ISIS Sudah di Pelupuk Mata

Laporan Denza Perdana | Minggu, 22 Oktober 2017 | 18:59 WIB
Donald Trump. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Donald Trump Presiden Amerika Serikat, Sabtu (21/10/2017) waktu setempat menyatakan, proses transisi bisa segera dimulai demi perdamaian yang langgeng di Suriah karena dia mengklaim akhir kelompok ISIS sudah di depan mata. Ini menyusul kejatuhan ibu kota ISIS, Raqa, di Suriah.

Dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Antara, Minggu (22/10/2017), Trump menyatakan bahwa AS dan sekutu-sekutunya akan mendukung perundingan diplomatik yang mengakhiri kekerasan.

"Ini memungkinkan para pengungsi kembali ke kampung halamannya, dan menciptakan transisi politik yang menghormati keinginan rakyat Suriah".

Deklarasi Trump ini disampaikan empat hari setelah pasukan koalisi Arab-Kurdi dukungan AS mengklaim telah merebut kembali Raqa yang menjadi ibu kota dan benteng besar terakhir ISIS di Suriah.

Trump menyatakan, seluruh penjuru kota telah dibebaskan dari ISIS. Dia menyebut, prestasi itu sebagai terobosan penting dalam upaya global memerangi ISIS.

"Dengan dibebaskannya ibu kota ISIS dan bagian terbesar teritori itu, akhir khilafah ISIS sudah di pelupuk mata," kata Trump. "Kita akan segera memasuki fase baru transisi dalam mana kita akan mendukung pasukan keamanan lokal, mengurangi kekerasan di seluruh Suriah, dan memajukan kondisi bagi perdamaian yang langgeng, sehingga teroris tidak lagi mengancam keamanan kolektif kita lagi."

Sejak menduduki kota ini pada 2014, ISIS telah menggunakan Raqa sebagai basis untuk perancangan dan melakukan serangan di Barat, termasuk bom bunuh diri dan penembakan massal pada 13 November 2015 di Paris yang menewaskan 130 orang.

Yves Le Drian Menteri Luar Negeri Prancis menyambut takluknya ISIS Jumat (20/10/2017) waktu setempat yang lalu dan menyatakan "kejahatan di Bataclan tidak akan lolos dari hukuman."(ant/den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.