KELANA KOTA

Jimmy Carter Bersedia Redakan Ketegangan AS dan Korut Mewakili Trump

Laporan Denza Perdana | Minggu, 22 Oktober 2017 | 21:22 WIB
Jimmy Carter Presiden Amerika Serikat Periode 1977-1981. Foto: Reuters
suarasurabaya.net - Jimmy Carter Mantan presiden Amerika Serikat menyatakan bersedia pergi ke Korea Utara (Korut) atas nama pemerintahan Donald Trump Presiden AS demi mengurangi ketegangan.

"Saya akan bilang ya," kata Carter (93) kepada New York Times, dikutip Antara, Minggu (22/10/2017) ketika ditanya apakah dia siap untuk misi diplomatik dan apakah bersedia menjalankan misi itu demi Presiden Trump?

Carter, Presiden AS dari partai Demokrat yang menjabat 1977-1981 itu mengaku telah berbicara dengan Letjen H.R. McMaster Penasihat Keamanan Nasional AS yang juga temannya. Namun sejauh ini, kata dia, jawabannya negatif.

"Saya telah bilang kepada dia bahwa saya bersedia jika mereka memerlukan saya," kata Carter.

Dia mengaku takut kepada situasi ketika Washington dibuat gugup oleh manuver Trump dan Kim Jong-un Pemimpin Korea Utara.

"Mereka (Pemerintah AS) ingin menyelamatkan rezim mereka. Dan kita sangat overestimate terhadap pengaruh China kepada Korea Utara. Khususnya Kim, yang sepanjang saya tahu, tidak pernah pergi ke China," kata Carter.

"Mereka tak punya hubungan. Kim Jong-il (ayahanda Kim Jong-un) pernah pergi ke China dan oleh karena itu hubungan mereka dekat sekali."

Carter khawatir Kim Jong-un nekat menyerang sekutu-sekutu AS, bahkan daratan AS, karena pendekatan Trump yang agresif.

Pada pertengahan 1990-an, Carter mengunjungi Pyongyang di bawah mandat Presiden Bill Clinton. Carter juga pernah membuat kesepakatan dengan Kim Il Sung, kakek Kim Jong-un, demikian Reuters.(ant/den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.