KELANA KOTA

Tiga Museum Baru di Surabaya akan Diresmikan November

Laporan Denza Perdana | Senin, 23 Oktober 2017 | 17:35 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya saat mengunjungi Rumah Wafat WR Supratman di Jalan Mangga, Tambaksari, 27 Juli 2017. Foto: Dok. Humas Pemkot Surabaya
suarasurabaya.net - Pemerintah Kota Surabaya belakangan ini gencar mengumpulkan barang-barang peninggalan untuk ditempatkan di tiga museum baru yang akan diresmikan November 2017.

Salah satu museum baru itu, Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jalan Bubutan, bangunan peninggalan perjuangan Dr Soetomo yang merupakan salah satu pejuang di Surabaya.

Pemkot Surabaya menata sedemikian rupa bangunan dan barang-barang itu sehingga menjadi museum jenis khusus, seputar perjuangan Dr Soetomo dan kehidupannya.

Risma juga berencana menampilkan cerita perjuangan arek-arek Suroboyo di masa revolusi hingga puncak perjuangan para pahlawan ini pada pertempuran 10 November 1945.

Perlu diketahui, Gedung Nasional Indonesia di Jalan Bubutan itu menjadi lokasi berkumpulnya pemuda-pemuda dan tokoh-tokoh Surabaya dalam rapat-rapat perjuangan.

Adapun dua museum khusus lain yang sedang dikerjakan oleh Pemkot Surabaya adalah rumah Rumah HOS Cokroaminoto di Jalan Peneleh, dan Rumah W.R. Supratman di Jalan Mangga, Tambaksari.

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengatakan, berbagai upaya sudah dia lakukan untuk melengkapi koleksi barang-barang pribadi milik tokoh-tokoh tersebut.

"Kami sampai harus ke daerah asalnya itu untuk mencari barang-barang pribadinya. Ke daerah asal WR Soepratman dan Dr Soetomo sana," katanya, beberapa waktu lalu.

Saat ini, kata Risma, kawasan kampung di tiga lokasi yang akan menjadi museum khusus itu sudah berbeda. Dia mengklaim, sudah mempercantik tampilan di tiga bangunan itu.

Risma mengatakan, kalau memang memungkinkan, dia akan meresmikan tiga museum khusus itu pada November mendatang.

"Belum tentu tanggal 10 November, ya, karena hari itu sudah banyak sekali acaraku," ujar Risma.

Salah satu persiapan yang sedang dilakukan Pemkot Surabaya, dalam waktu dekat akan menggelar seminar berkaitan hari lahir WR Soepratman.

Risma mengatakan, penelusuran tanggal lahir WR Supratman ini bahkan dilakukan hingga ke Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.

Selain tiga museum ini, Risma juga berencana mempercantik beberapa lokasi lain yang akan dijadikan museum jenis khusus.

"Sekarang yang lagi mau tak bikin itu Rumah tinggalnya Cak Roeslan Abdulgani (Jalan Plampitan Surabaya)," ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan, Risma juga akan menjadikan tempat tinggal beberapa tokoh Surabaya yang lain sebagai museum.

Seperti Rumah Bung Tomo, salah satu tokoh perjuangan di Surabaya, dan juga rumah Gombloh, musisi Surabaya yang terkenal pada era 1980-an.

"Ini kami masih belajar lagi dengan melihat sejarah. Sedang kami petakan dari dokumen sejarah. Makanya saya libatkan dua dinas. Dinas Pariwisata dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan," katanya.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Surabaya, menurut Risma dilibatkan karena berkaitan langsung dokumen-dokumen sejarah yang tersimpan di perpustakaan dan kearsipan.(den/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.