KELANA KOTA

Ada Indikasi Pelanggaran Hakim Praperadilan Setya Novanto, KPK: Itu Kewenangan KY

Laporan Farid Kusuma | Senin, 23 Oktober 2017 | 20:15 WIB
Ilustrasi.
suarasurabaya.net - Komisi Yudisial (KY) akan menindaklajuti dugaan pelanggaran mekanisme hukum acara pidana Hakim Cepi Iskandar dalam menyidangkan gugatan praperadilan Setya Novanto, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menanggapi hal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan sepenuhnya tindak lanjut indikasi pelanggaran hakim kepada KY yang memiliki kewenangan.

"Jika memang menemukan indikasi pelanggaran atau temuan yang lain, kami menyerahkan itu kepada KY sesuai kewenangan yang diatur Undang-undang Komisi Yudisial," ujar Febri Diansyah Juru Bicara KPK, Senin (23/10/2017), di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

Selain itu, lanjut Febri, KPK juga menghormati pelaksanaan tugas Badan Pengawas Mahkamah Agung atas proses praperadilan di mana Setya Novanto menggugat status tersangka korupsi proyek KTP Elektronik yang ditetapkan KPK.

Seperti diketahui, dalam putusan yang dibacakan Jumat (29/9/2017), Cepi Iskandar hakim tunggal menyatakan penetapan status tersangka Novanto oleh KPK tidak sah secara hukum.

Dengan diterimanya sebagian gugatan pemohon, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan juga memerintahkan KPK untuk menghentikan penyidikan terhadap Setya Novanto.

Sebelumnya, KPK menetapkan Setya Novanto Ketua DPR RI sebagai tersangka korupsi proyek KTP Elektronik pada 17 Juli 2017.

Novanto selaku Ketua Fraksi Partai Golkar diduga mengatur proses penganggaran dan pengadaan proyek itu, melalui Andi Agustinus pengusaha yang sudah berstatus terdakwa. (rid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.