KELANA KOTA

Palang Pintu Kereta Wonokromo Dipindah, Bottleneck Bakal Terurai

Laporan Zumrotul Abidin | Senin, 13 November 2017 | 10:16 WIB
Perlintasan KA baru di Wonokromo yang diresmikan, Senin (13/11/2017). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pemerintah Kota Surabaya bersama PT Kereta Api Indonesia Daop 8 meresmikan palang pintu kereta api di kawasan Wonokromo-Royal Plaza, Senin (13/11/2017).

Tri Rismaharini Walikota Surabaya mengatakan, dengan pemindahan posisi palang pintu kereta api ini, maka akan mengurangi bottleneck (penyempitan) di perlintasan kereta Wonokromo. Jalan yang tadinya lebarnya 9 meter menjadi 17 meter menyesuaikan ukuran Frontage Road sisi barat. Dengan begitu maka jalan yang tadinya hanya 3 lajur bisa muat 6 lajur.

Risma mengatakan, pengerjaan pelebaran jalan dan pembongkaran palang pintu yang lama bisa dimulai hari ini. Tanah di kawasan palang pintu ini juga akan dibangun taman dan dipagar untuk mencegah orang menyeberang sembarangan di rel kereta api.

"Kalau ini tidak dipindah-pindah jalannya tidak bisa dilebarkan, dan tetap macet. Terus kami janjian Senin tumpengan," katanya di lokasi.

Risma mengatakan, kalau sekarang sudah siap memulai pelebaran. Peralatan sudah siap, hanya menunggu pindah.

"Maka dari itu, sekarang ini boyongan, selanjutnya pelebaran," katanya.

Irvan Wahyudrajad Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengatakan, pelebaran jalan ini nantinya menjadi 6 lajur dibagi lajur kendaraan pribadi, lajur sepeda dan kendaraan umum setelah angkutan massal disiapkan.

Ketika ditanya apa tidak mengakibatkan bottleneck lagi, kalau ditambah jalur Bus angkutan massal, Irvan berpendapat jika angkutan massal sudah ada maka dimungkinkan akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Sementara, untuk rambu lalu lintas, jalur Jetis- Ketintang nantinya juga akan dipasang Traffic Light. Jalan di Wonokromo ini juga diperbolehkan putar balik bagi pengendara mobil yang dari selatan. (bid/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.