KELANA KOTA

Pemkot Surabaya Kembali Lelang 30 Mobil Dinas

Laporan Denza Perdana | Selasa, 14 November 2017 | 19:00 WIB
Ilustrasi. Mobil dinas Pemkot Surabaya.
suarasurabaya.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya kembali melaksanakan lelang non eksekusi wajib barang milik daerah.

Noer Oemarijati Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Pemkot Surabaya mengatakan, pada bulan ini akan ada 30 kendaraan roda empat yang akan dilelang, tiga di antaranya tergolong stok lama.

Dari 30 kendaraan itu, salah satunya Station Wagon Toyota Kijang KF50 Tahun 1992 yang dijual secara scrap (tanpa BPKB dan tanpa STNK) dengan harga limit Rp 5.400.000 juta dengan uang jaminan Rp 1,8 juta, sampai mobil Jeep Daihatsu F70R-R Taft Tahun 1995 dengan harga limit Rp 35 juta.

"Harga limit beberapa kendaraan yang dilelang telah mengalami penyesuaian setelah hasil evaluasi lelang sebelumnya. Semisal ada yang sebelumnya harga limitnya Rp20 juta, setelah dievaluasi jadi Rp14 juta," ujarnya, Selasa (14/11/2017).

Noer menjelaskan, lelang akan dilaksanakan dengan metode penawaran secara tertulis tanpa kehadiran peserta (metode close bidding) dengan mengakses situs www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id.

Untuk pendaftaran, peserta lelang bisa perseorangan maupun badan usaha dengan mekanisme, calon peserta lelang mendaftarkan dan mengaktifkan akun di Aplikasi Lelang Email (ALE) pada alamat domain angka 1) dan merekam (scan) KTP, NPWP, juga nomor rekening bank.

Peserta lelang yang bertindak sebagai kuasa badan usaha diwajibkan mengunggah surat kuasa, akta pendirian perusahaan dan perubahannya, dan NPWP dalam satu file.

Noer melanjutkan, peserta lelang diwajibkan menyetor uang jaminan lelang. Ketentuannya, nominal yang disetorkan harus sama dengan uang jaminan yang disyaratkan oleh penjual dalam pengumuman lelang dan disetorkan sekaligus (bukan dicicil).

Setoran uang jaminan lelang harus sudah efektif diterima KPKNL selambat-lambatnya satu hari kerja sebelum pelaksanaan lelang. Uang jaminan itu disetor ke nomor virtual account (VA) masing-masing peserta.

"Nomor VA akan dikirimkan secara otomatis dari alamat domain di atas kepada akun masing-masing peserta lelang, pada ALE, setelah berhasil mendaftar dan data identitas dinyatakan valid," kata Noer.

Penawaran lelang dimulai dari limit dan dapat dilakukan berkali-kali sampai batas waktu yang ditentukan.

"Pemenang lelang harus melunasi harga pembelian dan bea lelang sebesar 2 persen, ditujukan ke nomor VA pemenang lelang, paling lambat lima hari kerja sejak pelaksanaan lelang, dan apabila wanprestasi atau tidak melunasi kewajiban pembayaran sesuai ketentuan, uang jaminan akan hangus, disetorkan ke kas negara," ujarnya.

Pada 2017 ini, lelang kendaraan sebelumnya sudah digelar pada bulan Januari, Maret, Juni, Juli, September dan awal Oktober lalu. Selama itu, ada 22 mobil dengan jumlah pendapatan mencapai Rp 2,4 miliyar yang sudah terlelang.

"Hasil penjualannya akan masuk ke kas daerah termasuk pembongkaran bangunan dan reklame," katanya.

Noer juga menegaskan, peserta lelang dan atau pihak-pihak yang berkepentingan tidak dapat melakukan tuntutan atau keberatan dalam bentuk apapun kepada pihak penjual pejabat lelang, KPKNL Surabaya, Kanwil DJKN Jawa Timur dan kantor pusat DJKN.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.