KELANA KOTA

Jelang Tes CPNS 2018, Pemprov Jatim Butuh Minimal 6.000 PNS Akuntansi dan TI

Laporan Denza Perdana | Rabu, 15 November 2017 | 13:30 WIB
Ilustrasi, PNS Pemkot Surabaya. Foto: Humas Pemkot Surabaya
suarasurabaya.net - Akhmad Sukardi Sekretaris Daerah Pemprov Jatim mengatakan, Pemprov Jatim saat ini masih membutuhkan setidaknya 6.000-7.000 pegawai negeri sipil (PNS) yang akan ditempatkan di berbagai daerah di Jatim.

Dia menjelaskan, saat ini PNS non guru yang ada di Pemprov Jatim tinggal 19.000 orang, tersebar di 38 Kabupaten/Kota di Jatim. Padahal, kebutuhan minimal PNS di Jatim antara 25.000-30.000 orang.

"Ya, itu, kebutuhan minimalnya antara 6.000-7.000 PNS non guru. Kalau PNS guru di Jatim sekarang sudah 35.600-an. Itupun sudah banyak yang pensiun," ujarnya, Rabu (15/11/2017).

Dia mengatakan, tenaga PNS yang dibutuhkan Pemprov Jatim saat ini dominan dari bidang akuntansi dan teknologi informasi (TI). Dari kedua bidang ini, kebutuhan tenaga akuntansi menjadi prioritas.

Tenaga akuntansi, seperti yang pernah disebutkan oleh Soekarwo Gubernur Jatim, beberapa waktu lalu, masih sangat dibutuhkan di Jawa Timur. Ini mengacu pada 8 Kabupaten/Kota di Jatim yang masih mendapat predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK.

Awal 2018 mendatang, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) berencana menggelar tes CPNS dengan formasi tidak lebih dari kebutuhan PNS saat ini.

Pemprov Jatim, kata Sukardi, akan mengusulkan jumlah PNS sesuai kebutuhan yang dia sebutkan. Tapi dia mengaku pesimistis kebutuhan itu akan terpenuhi.

"Tidak mungkin terpenuhi semua. Biasanya pusat ngasih sedikit-sedikit buat daerah. Cuma 150-300 itupun dibagi-bagi dengan tenaga medis," katanya.

Pada APBD 2018, Pemprov Jatim juga tidak menganggarkan biaya seleksi CPNS karena masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.

"Tahun ini belum kami anggarkan. Nanti kalau sudah ada instruksi baru kami anggarkan di APBD Perubahan 2018. Kami sudah pernah menganggarkan, tapi tidak jadi. Ya, di APBD 2017 kemarin," ujarnya.

Perlu diketahui, Asman Abnur Menteri PAN-RB mengatakan, formasi CPNS pada 2018 yang akan dibuka tidak akan melebihi jumlah pensiun PNS saat ini yang sudah mencapai sekitar 220 ribu orang.

Sebagaimana dilansir Liputan6.com, formasi yang akan dibuka pada seleksi CPNS mendatang hanya sekitar 50 persen dari jumlah tersebut atau sekitar 110 ribu orang saja.

Asman mengatakan, pembukaan seleksi ini menjadi tidak menjadi tanda pencabutan moratorium CPNS. Karena sebenarnya, moratorium seleksi CPNS bukan hal yang permanen.

Tidak permanennya pemberlakuan moratorium CPNS ini, kata Asman, karena setiap tahunnya PNS yang pensiun tidak bisa disetop. Karena itulah, pembukaan seleksi CPNS 2018 akan berpedoman pada pertumbuhan negatif (minus growth).(den/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.