KELANA KOTA

Ratusan Pembeli Proyek Sipoa Minta Uangnya Dikembalikan

Laporan Denza Perdana | Senin, 04 Desember 2017 | 15:27 WIB
Sekitar 50 orang perwakilan dari 256 anggota Paguyuban Pembeli Proyek Sipoa (P2S) datang ke kantor DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura Surabaya, Senin (4/12/2017). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sekitar 50 orang perwakilan dari 256 anggota Paguyuban Pembeli Proyek Sipoa (P2S) datang ke kantor DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura Surabaya, Senin (4/12/2017).

Mereka hendak mengadukan masalah pembelian proyek properti PT Sipoa Group, baik di Surabaya dan Sidoarjo, sebagian juga di Bali, yang tak kunjung dibangun sampai hari ini.

Antonius Djoko Muljono Ketua Paguyuban P2S mengatakan, para pembeli yang tergabung dalam paguyuban kini hanya meminta uang mereka dikembalikan tanpa syarat.

"Kalaupun hari ini dibangun, kami sudah tidak lagi percaya. Kami hanya meminta uang kami dikembalikan," ujarnya kepada suarasurabaya.net.

Antonius sendiri merupakan satu di antara pembeli properti Sipoa yang seharusnya dibangun di kawasan Tambak Sumur. Dia sudah melakukan pembayaran 50 persen dari harga properti itu.

"Saya sudah memasukkan uang totalnya Rp290 juta. Harga propertinya Rp510 juta. Ternyata sampai sekarang tidak ada realisasi pembangunan. Lokasi masih berupa lahan kosong," ujarnya.

Paguyupan P2S mendata kerugian yang dialami anggotanya mencapai Rp30 miliar.

Dian Purnama Koordinator Tim Advokasi Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum (UKBH) Universitas Airlangga yang mendampingi paguyuban mengatakan, ada dugaan penyelewengan dalam kasus ini.

Sebab, menurut dia, hampir seluruh konsumen atau pembeli properti PT Sipoa Group, baik yang sudah membayar lunas maupun belum lunas tidak mendapatkan surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

"Kami hari ini meminta bantuan dewan untuk menghadirkan pihak developer (Sipoa) untuk memberikan penjelasan, baik dari sisi perizinan dan lainnya," kata Dian.

Selain itu, UKBH juga berencana melaporkan hal ini ke Polda Jatim karena adanya dugaan penyelewengan tersebut.

"Kami sekarang belum bisa menyimpulkan ini ada dugaan bagaimana, bisa saja penipuan, tapi nanti kami serahkan kepada pihak berwajib," katanya.

Sampai berita ini ditayangkan, suarasurabaya.net berupaya mengkonfirmasi pihak PT Sipoa Group, tapi belum ada satupun yang merespon.(den/ipg)

Teks Foto:
- Anggota Paguyuban Pembeli Proyek Sipoa (P2S) saat hearing di DPRD Jatim, Senin (4/12/2017).
Foto: Denza suarasurabaya.net
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 9
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA