KELANA KOTA

Kisah Tragis Seorang Suami Saat Selamatkan Istri

Laporan Dwi Yuli Handayani | Selasa, 05 Desember 2017 | 12:58 WIB
Ilustrasi. Desain grafis : suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Seorang suami meninggal usai menyelamatkan istrinya yang jatuh terpeleset di Jalan setapak sungai Kedunguling, Candi, Sidoarjo, Senin (4/12/2017).

Kompol Kusminto Kapolsek Candi Sidoarjo mengatakan, korban diketahui atas nama Agus Sucipto (40) warga Tenggulunan.

Awalnya, kata Kusminto, korban pulang mengendarai sepeda motor bersama Irmantini istrinya. Kemudian, keduanya terlibat cek cok di motor hingga korban turun dari motor dan jalan kaki.

"Istrinya lalu nututi dan saat menyusuri sungai, istri korban terpeleset jatuh ke sungai. Sang suami terjun juga ke sungai untuk menolong istrinya," kata Kusminto pada Radio Suara Surabaya.

Menurut dua saksi yang melihat, kata Kusminto, pasutri tersebut saling berpelukan untuk saling menolong. Hingga akhirnya kedua saksi berhasil menolong istri korban dan korban tidak berhasil diselamatkan.

"Warga lapor ke kami (kepolisian, red) dan kami minta bantuan BPBD serta Basarnas untuk melakukan pencarian. Tapi karena kondisi sudah malam dan penerangan kurang akhirnya pencarian dihentikan," ujar dia.

Pencarian korban dilanjutkan kembali pada Selasa (5/12/2017) pagi dibantu Tagana, Satpol PP, relawan, Basarnas. "Pukul 09.30 WIB, jenazah korban berhasil ditemukan oleh tim perahu Tagana. Jenazah ditemukan sekitar 700 meter dari lokasi tenggelamnya korban," katanya.

Selama proses pencarian, kata dia, tim mengalami kesulitan karena keterbatasan alat dan arus sungai yang kuat.

"Tapi sesudah ada bantuan Tagana dan BPBD akhirnya berhasil ditemukan. Mereka buat semacam teknik ombak sehingga jenazah bisa naik ke permukaan," ujarnya.

Kata Kusminto, saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RSUD Sidoarjo. (dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.