KELANA KOTA

KPK: Andi Narogong Sudah Mengajukan Permohonan JC

Laporan Farid Kusuma | Kamis, 07 Desember 2017 | 15:20 WIB
Andi Agustinus tersangka kasus korupsi proyek KTP Elektronik (rompi oranye) bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan. Foto: Dok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini membacakan tuntutan Andi Agustinus alias Andi Narogong terdakwa kasus korupsi proyek KTP Elektronik, di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ternyata, Andi sudah mengajukan diri sebagai saksi pelaku yang bekerja sama dengan KPK membongkar kasus dugaan korupsi atau dikenal dengan istilah justice collaborator (JC).

"KPK telah menerima permohonan terdakwa Andi Agustinus sebagai JC pada bulan September 2017. Sejak saat itu, sejumlah hal dipertimbangkan, seperti apakah terdakwa koperatif dan mengakui perbuatannya, konsistensi di persidangan hingga membuka peran aktor yang lebih tinggi," kata Febri Diansyah Juru Bicara KPK melalui pesan singkat, Kamis (7/12/2017).

KPK, lanjut Febri, sudah mempertimbangkan berbagai faktor tersebut sebagai dasar keputusan memberikan JC atau tidak. Sikap KPK itu akan disampaikan sebagai salah satu pertimbangan jaksa dalam menyampaikan tuntutan.

"Sampai sekarang, semua terdakwa kasus KTP Elektronik yang sudah menjalani persidangan mengajukan diri sebagai JC dan mengakui perbuatannya. Bahkan, dua orang di antaranya sudah mengembalikan uang ke KPK," imbuhnya.

Menurut Febri, kalau status JC dikabulkan sampai di pengadilan, nantinya hal itu akan menguntungkan terdakwa karena dapat menjadi pertimbangan yang meringankan dan mendapatkan hak jika diputus bersalah, seperti remisi dan pembebasan bersyarat sesuai aturan yang berlaku.

Bagi penanganan perkara pokok, JC juga diperlukan untuk membongkar sebuah kasus serta pihak-pihak yang diduga terlibat dan mendapat keuntungan dari tindak pidana korupsi. (rid/bid)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA