KELANA KOTA

Ciptakan Stand Bazar Portable, Bantu Perajin Kerupuk

Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 07 Desember 2017 | 18:36 WIB
Rancangan stand bazar portable bisa dengan mudah dilepas dan dipasang kembali. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Karya mahasiswa program studi Desain Interior Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, yang menciptakan stand bazar portable merupakan bagian dari pembelajaran service learning yang didedikasikan kepada perajin kerupuk di Gunung Anyar Tambak, Surabaya.

"Mahasiswa dibimbing tidak hanya memahami desain produk interior dalam ruang komersial saja. Tetapi mereka juga harus mampu mempraktekkan fungsinya bagi masyarakat. Contohnya adalah stand bazar portable ini. Mereka mendesain dan mengaplikasikannya," terang Grace Mulyono S.Sn., M.T., dosen.

Stand Bazar Portable menggunakan perangkat pipa sederhana yang dibuat sedemikian rupa dengan tambahan kantong-kantong terbuat dari kain untuk menempatkan produk-produk yang ingin ditawarkan pada masyarakat. Bentuk sederhana dan mudah dibongkar pasang itu sangat memudahkan.

"Saat melakukan survey sebelum membuat karya, mahasiswa menemukan sejumlah kendala yang dapat dikategorikan harus dicarikan solusinya. Gang sempit di tempat tinggal para perajin kerupuk misalnya, menjadi tantangan untuk dicarikan solusinya," kata Grace.

Kemudian, lanjut Grace, para mahasiswa yang langsung terjun ke lokasi tempat perajin kerupuk di Gunung Anyar Tambak mencoba membuatkan sarana untuk mendisplay produk kerupuk. "Beberapa kali memang harus diulang, sampai akhirnya menciptakan stand bazar portable tersebut," ujar Grace.

Stand Bazar Portabel karya, Regina, Pauline, Shelly, dan Ryan yang seluruhnya adalah mahasiswa semester 5 program studi Desain Interior Universitas Kristen (UK) Petra peserta mata kuliah Desain Produk Interior III, yang Kamis (7/12/2017) menampilkan karya mereka pada pameran bertajuk: Buy Local, Shop Local dikampus UK Petra Surabaya.

Selama tiga hari, para mahasiswa memamerkan hasil karyanya, dan akan dilakukan penilaian oleh dosen setelah menerima masukan dari perajin serta komunitas yang dikunjungi para mahasiswa sebelumnya.(tok/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA