KELANA KOTA

Hakim Kusno Memutus Gugur Praperadilan Setya Novanto Jilid II

Laporan Farid Kusuma | Kamis, 14 Desember 2017 | 12:03 WIB
Kusno hakim tunggal praperadilan Setya Novanto jilid II memulai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017). Foto: Farid/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kusno hakim tunggal Praperadilan Setya Novanto atas penetapan tersangka kasus korupsi proyek KTP Elektronik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kedua kalinya, mempercepat waktu pembacaan putusan.

Dalam sidang yang digelar Kamis (14/12/2017) pagi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kusno memutuskan permohonan Setya Novanto gugur.

Padahal, rencananya Hakim Kusno akan membacakan putusan pukul 14.00 WIB, sesudah pihak Novanto selaku pemohon dan KPK sebagai termohon menyampaikan kesimpulan.

Putusan itu diambil hakim atas mempertimbangkan sidang perkara pokok kasus korupsi proyek KTP Elektronik dengan terdakwa Setya Novanto yang kemarin sudah digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam sidang yang dipimpin Yanto Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jaksa KPK membacakan dakwaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Novanto bersama sejumlah orang.

Berdasarkan aturan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), praperadilan gugur kalau hakim mulai memeriksa pokok perkara terdakwa dalam persidangan.

Sekadar diketahui, Setya Novanto pernah menang praperadilan atas penetapan status tersangka oleh KPK, yang diputuskan Hakim Cepi Iskandar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 29 September 2017.

Kemudian, 31 Oktober 2017, KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka korupsi proyek KTP Elektronik untuk kedua kalinya.

Karena tidak terima dengan penetapan status itu, kuasa hukum Setya Novanto kembali mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (rid/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.