KELANA KOTA

Pelaku Teror Bom Dus Book Ditangkap, Motif Asmara

Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 15 Desember 2017 | 14:58 WIB
AKBP Ronny Suseno Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan pelaku pengirim bom rakitan berinisial EW (42). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Polres Pelabuhan Tanjung Perak telah menangkap pelaku pengirim paket bom rakitan yang meledak saat diterima seorang korban di Jl. Laksda M Nasir No. 29 Blok B 11 Surabaya.

AKBP Ronny Suseno Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengatakan, pelaku berinisial EW (42) yang merupakan warga Bulak Banteng ini, ditangkap dalam pelariannya di Blimbing Malang. Motif pelaku murni karena cemburu terhadap korban karena istrinya diselingkuhi selama setahun terakhir.

"Pelaku belajar merakit bom dari internet. Awalnya dia mau buat bom ikan, karena terlalu rumit maka memutuskan membuat rangkaian bom menggunakan rangkaian dinamo, kabel dan pecahan lampu yang disertai potasium," ujarnya dalam rilis di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (15/12/2017).

Ronny mengtakan, hasil penyidikan polisi, pelaku belajar merangkai bom sudah lima kali. Dia biasanya mencoba dengan media lampu.

"Pelaku mengaku terlanjur emosi, maka pelaku memutuskan untuk merencanakan pengiriman bom kepada korban," katanya.

Ronny mengatakan, pelaku mengirimkan rangkaian bom yang terbungkus dus book ponsel tersebut, melalui aplikasi ojek online. Dia memesan ojek online juga menggunakan nama orang lain dan menggunakan handphone baru untuk menghilangkan jejak.

"Dus book yang digunakan membungkus rangkaian bom juga dihilangkan nomer IMEI-nya untuk menghilangkan jejak. Namun Tim Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil mengungkap melalui pelacakan aplikasi ojek online, keterangan para saksi dan mempelajari CCTV saat korban menerima paket tersebut," ujarnya. (bid/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.