KELANA KOTA

BPBD Cilacap: Rumah Rusak Akibat Gempa Bertambah

Laporan Restu Indah | Senin, 18 Desember 2017 | 09:29 WIB
Rumah warga di Banyumas yang rusak akibat gempa Jawa. Foto: Liputan6.com
suarasurabaya.net - Jumlah rumah rusak akibat gempa berkekuatan 6,9 SR di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bertambah. Tri Komara Sidhy Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap mengatakan ini.

"Berdasarkan hasil pendataan hingga hari Minggu (17/12), pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 504 kerusakan infrastruktur rumah dan fasilitas umum," katanya.

Ia mengatakan kerusakan tersebut terdiri atas rumah roboh sebanyak 65 unit, rusak berat 125 unit, rusak sedang 95 unit, dan rusak ringan 219 unit.

Dari jumlah kerusakan tersebut, kata dia, taksiran kerugian diperkirakan mencapai Rp4.595.030.000.

Menurut dia, wilayah terdampak gempa sebanyak 20 kecamatan dengan 78 desa dari total 24 kecamatan, 262 desa, dan 15 kelurahan di Kabupaten Cilacap.

"Data bersifat dinamis dan akan terus diperbarui perkembangannya," kata Tri Komara seperti dikutip Antara.

Lebih lanjut, dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Cilacap secara simbolis telah menyerahkan bantuan bahan bangunan rumah dan makanan kepada korban gempa yang rumahnya rusak berat.

Menurut dia, bantuan tersebut telah diserahkan oleh Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman kepada Kuswanto dan Marto, warga Desa Penggalang, Kecamatan Adipala, pada hari Minggu (17/12/2017).

Gempa berkekuatan 6,9 SR yang berpotensi tsunami itu terjadi pada hari Jumat (15/12/20217), pukul 23.47 WIB, berpusat di 7,75 lintang selatan dan 108,11 bujur timur atau 11 kilometer barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan kedalaman 107 kilometer.

Gempa tektonik yang berpusat di daratan itu dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Jawa Tengah seperti Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purworejo, dan Kota Semarang. (ant/rst)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.